Ketika Anda berada di Mojokerto, cobalah untuk menengok ke arah selatan. Terdapat 3 gunung menjulang disana, yang merupakan aset alam abadi di Mojokerto. 3 Gunung itu adalah Gunung Penanggungan, Gunung Welirang dan Gunung Arjuna. Gunung Penanggungan ini berada di kawasan kecamatan Trawas, sedangkan kedua gunung lainnya digunakan sebagai pembatas wilayah administratif antara Kabupaten Mojokerto, Kotatif Batu dan Kabupaten Jombang.Keberadaan kedua gunung tersebut bisa kita akses melalui Kecamatan Pacet, Kabupaten Mojokerto. Disana terdapat jalan raya yang menghubungkan wilayah Mojokerto ke Batu, jalan tersebut naik turun membelah kedua gunung. Jalan tembus ini merupakan jalur alternatif bagi masyarakat yang ingin berpergian ke kota malang dalam waktu yang singkat. Kelebihan lain, jalan yang mulai naik dari kecamatan pacet dan melintasi daerah bernama cangar, sungguh indah untuk memanjakan mata, hati dan jiwa raga bagi kamu-kamu yang suka akan wisata alam pegunungan.

Jika Anda memang berkeinginan untuk melibas jalan dan menikmati alam pegunungan, jangan lupa untuk mempersiapkan motor dan mobil Anda agar dalam kondisi yang yahut. Bila perlu di service dahulu, ganti olie, periksa rem, dll. Menurut pengalaman penulis - waktu itu bawa mobil sedan -, rata-rata mesin mobil harus jalan dengan kondisi gigi masuk satu dan dua, serta bermain dengan rem dan gigi mesin. Pokoknya, jangan melaju menggunakan gigi persneling lebih dari 2, kecuali memang Anda cukup punya nyali untuk kebut-kebutan disana. Penulis pun pernah menggunakan motor, ketika itu jaman-jamannya penulis masih SMA, dan memang kondisi jalan yang naik, membuat motor digeber dalam jangkauan gigi persneling satu dan dua saja.

Oke deh, selama perjalanan, Anda akan dimanjakan dengan udara yang dingin, pohon-pohon rindang dan besar, bukit-bukit pegunugan yang meliuk-liuk hijau, dan sungai serta jembatan-jembatan. Kondisi jalan cukup halus sehingga enak untuk menikmati suasana. Disepanjang perjalanan, Anda pun bisa menjumpai masyarakat yang berjualan madu dan bunga-bunga yang sepertinya diambil dari hutan disekitar situ.

Terdapat pula Air Terjun di pinggir jalan dan disekitarnya berdiri warung-warung teduh yang bisa digunakan untuk santai menikmati suasana. Daerah itu bernama Terminal Wisata Wisuda Praja (Putuk Kursi). Selama perjalanan, penulis juga menjumpai bahwa dikawasan hutan tersebut, terdapat hutan cagar alam yang memang digunakan untuk wisata alam dan penelitian. Banyak juga wisata-wisata yang ditunjukkan dengan papan penunjuk arah yang sepertinya bisa dijadikan wisata trekking yang penuh tantangan. Iya, nama taman wisata nya bernama Taman Hutan Raya R Soerjo.

Ketika penulis memutuskan untuk naik lagi, sampailah di sebuah daerah bernama Cangar. Menurut istri penulis, daerah tersebut sudah memasuki wilayah kota Batu. Tetapi melihat arah perjalanan dari pacet, its ok lah dibahas juga disini juga. Di Cangar, terdapat pemandian air panas. Untuk memasukinya, kita harus membayar retribusi, klo nggak salah Rp. 3000/orang. Dari pintu masuk, cukup jalan kaki turun 250 meter, dan kita akan menjumpai kolam pemandian air panas. Rupanya pengunjung banyak juga yang datang disana. Sambil kedinginan/kepanasan kena air, kita bisa juga menikmati jajan tradisional bernama ketan hitam. Sebuah adonan antara air, ketan hitam, dan ketan putih. Enak, manis dan agak hangat ketika masuk ke tenggorokan. Aneka hidangan lain juga ada, yang tidak asing di telinga kita adalah Bakso .. sungguh nikmat sekali diantara udara dingin itu. Everything delicious hehehe.

Wah, bisa juga dijadikan tempat kongkow ya …. selamat berpetualang !.