Jombang - Kembangkan Motiv Khusus Sebagai Ciri Khas Jombang

Batik merupakan salah satu hasil budaya khas Bangsa Indonesia. Ketrampilan dan keahlian khusus membatik ini memerlukan kreativitas dan keuletan tersendiri. Sehingga apresiasi batik tulis mempunyai nilai seni tinggi dengan nilai jual yang cukup tinggi.

Mniati, pensiunan guru yang menjadi pengusaha batik lokal di Desa Jatipelem ini mengaku terinspirasi seragam sekolah tempo dulu, yaitu sekolah rakyat (SR) yang menggunakan sarung dan kebaya batik. Pada tahun 1944 silam, kerajinan membatik ini banyak dilakukan kaum ibu dan remaja putri Desa Candimulyo, Kecamatan/Kabupaten Jombang.

Batik itu diberi nama batik Pecinan dengan motif kawung yang warnanya merah bata dan hijau daun. Namun ketrampilan membatik itu lambat laun hilang seiring dengan sulitnya mendapatkan bahan baku. ”Baru pada tahun 1993 saya ada keinginan membatik, agar memberdayakan kaum ibu di rumah,” kenang Maniati mengawali perbincangan dengan Radar Mojokerto.

Niat itu kemudian diawali dengan pelatihan membatik bersama sejumlah anggota PKK dan remaja putri warga setempat. Jenis batik yang dipelajari di kerabat yang alumnus IKIP jurusan ketrampilan itu adalah batik jumput. Hasilnya cukup menarik perhatian Disperindakop waktu itu sehingga tahun 2000 disarankan mengikuti pelatihan membatik di Surabaya.

”Begitulah sampai akhirnya kami mendapat ijin usaha batik dengan kreasi dan inovasi tersendiri,” tuturnya seraya menyebut nama batik Sekar Jati Star. Khas motif yang dihasilkan batik Jatipelem mengiblat dari ragam alam sekitar, seperti motif bunga melati, tebu, cengkih, pohon jati dan beragam bentuk yang lain.

Sedang ciri khas batik Jombangan adalah mengambil salah satu relif Candi Arimbi, berupa tumpalan berbentuk segitiga yang divariasi dan modifikasi tertentu. Kreatifitas batiknya tersebut dipasarkan di Surabaya dan Jakarta dengan membuka galeri khusus batik. Saat mengikuti pameran batik di Jakarta beberapa waktu lalu, standnya pernah menarik perhatian kunjungan Istri Presiden, Ny Ani Yudhoyono bersama menantunya.

Saat ini, dia memiliki 15 anggota yang aktif membatik di rumah. Sejumlah produk batik yang dihasilkan diantaranya batik printing, batik tulis sutera, ATBM, batik organdhi dan batik tulis katun. Batik tulis dikerjakan sambil menunggu galerinya di samping rumah, sedang batik printing dikerjakan di belakang rumah. (nk)

Reporter : BINTI ROHMATIN, Jombang
Sumber : Radar Mojokerto