Sun 3 Aug 2008
Saiful, Pegila Play Station (PS) asal Mojokerto
Diposting oleh: Penunggu Mojokerto.Info Kategori: HobiLebih Senang di Rental, Jaga Permainan Bawa Stick Sendiri
Keberadaan PS perlahan mulai merambah Mojokerto. Hal itu ditandai dengan menjamurnya rental game jenis tersebut. Seiring gejala tersebut, bermunculan pegila-pegilanya. Salah seorang di antaranya adalah Saiful, warga Mentikan, Kecamatan Prajuritkulon, Kota Mojokerto.
Jarum jam menunjukkan pukul 22.30. Di depan layar kaca di rental PS Java Shops Perumahan Gatoel Kota Mojokerto tampak seorang pria larut dalam keasikan permainan sepak bola. Melihat jemarinya yang lincah memainkan tombol stick dan hasil permainan yang tersaji di layar kaca, pria tersebut tentu sudah mahir.
Saiful, demikian dia biasa dipanggil. Usianya yang sudah 28 tahun dan sudah dikarunia seorang anak. Namun, hal itu tak menghalanginya menjadi pegila PS. Apa yang dilakoninya tersebut sekaligus mematahkan anggapan kalau PS hanya untuk anak-anak. Memang, dengan kesenangannya itu, dia pernah mendapat sorotan dari sejumlah orang. Itu karena, PS identik dengan permainan anak-anak. Namun, karena terlanjur senang, dia tak pedulikan.
”Saya sebenarnya belum lama bermain PS. Mulai awal sampai sekarang, belum sepuluh tahun. Sejak saya SMP,” ungkapnya merendah.
Dia sendiri tak mempunyai sarana game tersebut di rumah. Bukan karena tidak mampu. Namun, pria yang sehari-seharinya menggeluti pekerjaan letter ini, sengaja tidak ingin membeli. Alasannya cukup singkat, lebih senang bermain di rental. ”Kalau di rumah, tidak ada lawannya. Jadinya tidak astik,” akunya sembari mengumbar senyum.
Dari banyaknya varian permainan yang disajikan di rental, dia hanya gandrung dengan sepak bola. Meskipun dia jujur mengakui tak bisa bermain sepak bola. Dia rela menghabiskan waktunya berjam-jam untuk permainan yang tergolong baru tersebut. Terlebih jika menjelang perlombaan. Maklum, setahun terakhir ini, game jenis itu mulai dipertandingkan.
Biasanya, hal itu dilakukan setelah kerja sekitar pukul 16.00 sampai 22.00. Atau bahkan, bisa sampai tengah malam. Rupiah demi rupiah pun harus dikeluar dari sakunya. ”Saya sendiri tidak tahu kok senang dengan sepak bola,” kata Saiful yang mengakuk tidak bisa menunjukkan kesenangannya itu dengan ungkapan kata-kata.
Karena ingin bermain bagus dan memenangkan pertandingan, dia membawa stick sendiri. Bahkan, terhadap formasi yang bakal dimainkan, pria yang lahir di Mojokerto 13 Mei 1980 ini sudah menyimpannya dalam memori. Ada banyak formasi yang disiapkan. Kegandrungannya dengan permainan sepak bola di PS hingga dia hapal karakter masing-masing pemain. ”Stick ini saya beli dari Surabaya. Memang yang original,” ujarnya.
Sudah berkali-kali dia membeli stick. Semua itu dilakukan untuk menjaga permainannya. Maklum, saat ini Saiful bisa dibilang pemain bola, hanya saja di PS. Kemahirannya memainkan tombol-tombol stick PS, telah membuatnya punya nama dalam komunitasnya. Tak sekadar bermain untuk menghibur diri, PS baginya sudah menjadi bagian dari dirinya. ”Kalau dulu memang sekadar bermain. Tapi sekarang, saya tertuntut meningkatkan kemampuan,” katanya.
Selain kerap mengikuti perlombaan, Saiful yang kini telah membentuk komunitas PS dengan nama Java Sops itu tak jarang mendapat tantangan. Tentunya, untuk bermain sepak bola. Bahkan, untuk itu pria bertubuh tinggi ini sudah menjelajah ke luar daerah. Salah satunya, Malang. Dari perlombaan yang pernah diikuti, dia termasuk langganan juara. ”Sekarang ini di Mojokerto sudah ada banyak kelompok-kelompok PS sepak bola. Kalau ada lomba, mendapat undangan. Namun, yang sering hanya dapat kabar,” katanya.
Lantas, sampai kapan dia akan bertahan dengan kesenangannya bermain PS, dia sendiri tidak tahu. Yang pasti, sampai sekarang dia tetap berusaha mengasah kemampuannya. (in)
Reporter : ABI MUKHLISIN, Mojokerto
Sumber : Radar Mojokerto (Jawa Pos Group)







October 3rd, 2008 at 5:45 am
here [ http://starplaystation.blogspot.com/ ] to find cheat, code and Hint