Sun 20 Jan 2008
Rekonstruksi Majapahit Terlambat
Diposting oleh: Penunggu Mojokerto.Info Kategori: Mojopahitan , Seni , BeritaKarena Persoalan Prosedur - Rencana rekonstruksi Kerajaan Majapahit ternyata tidak semudah membalikkan tangan. Meskipun semua sepakat untuk segera mengawali rekonstruksi dari Situs Umpak-Umpak Panjang di Desa Sentonorejo, Kecamatan Trowulan, toh jadwal yang seharusnya 18 Januari lalu, sampai sekarang belum dikerjakan.
Anam Anis, koordinator Gotrah Wilwatika ketika dikonfirmasi terkait molornya awal pelaksaan rekonstruksi ini mengaku, persoalan prosedur tampaknya yang membuat rekonstruksi molor dari jadwal seharusnya. Alasannya, di lokasi tanah yang akan dibangun balai panjang di atas umpak-umpak panjang tersebut, merupakan tanah cagar budaya yang dikuasai oleh Balai Peninggalan Purbakala Jatim yang merupakan milik pemerintah. Sementara itu, pihak yang akan merekonstruksi tersebut adalah Yayasan Peduli Majapahit yang notabene adalah lembaga swasta nirlaba.
“Tampaknya persoalan prosedur yang belum menemui titik temu,” kata Anam Anis.
Sehingga, dibutuhkan semacam kesepakatan bersama antara yayasan dengan Balai Peninggalan Purbakala untuk pengelolaan selanjutnya. Namun, pihaknya yakin, bahwa meskipun terlambat, upaya rekonstruksi tersebut akan tetap berlanjut sebagaimana yang dijadwalkan semula. “Ini hanya masalah prosedur. Rekonstruksinya saya yakin akan tetap jalan. Hanya, waktunya yang pasti berubah,” ujar Anis yang juga ketua Ikadin ini.
Apakah bukan persoalan biaya? Anis menampiknya. Sejauh ini Yayasan Peduli Majapahit mampu mendapatkan dana untuk keperluan tersebut. Hanya, untuk besarannya, Anis enggan mengungkapkan. “Yayasan Peduli Majapahit sudah merencanakan ini jauh hari. Ya pasti soal dana juga sudah siap,” katanya.
Rencananya, pada 18 Januari lalu rekonstruksi situs-situs peninggalan Kerajaan Majapahit dimulai. Kali pertama yang direkonstruksi adalah umpak panjang di sebelah selatan Candi Kedaton atau Sumur Upas di Desa Sentonorejo, Kecamatan Trowulan.
Sebelumnya, Luluk Sumiarso, ketua Yayasan Peduli Majapahit menjelaskan, upaya ini dilakukan sebagai bentuk kepedulian yayasan terhadap kebesaran Majapahit. Pihaknya ingin memberikan harapan untuk rekonstruksi. Jangan sampai pembangunan yang dilakukan kalah cepat dengan perusakan situs Majapahit di Trowulan.
Dipilihnya lokasi umpak-umpak di Desa Sentonorejo, ungkap Luluk, karena di lokasi inilah rekonstruksi paling memungkinkan dilakukan. Sebab, lokasi umpak-umpak merupakan kawasan cagar budaya yang ditangani Balai Pelestarian Peninggalan Purbakala (BP3). Sehingga, tidak memerlukan pembebasan lahan tanah penduduk. (in/nk)
Sumber : Radar Mojokerto (Jawa Pos Group)




