Lahir Dari Keluarga Santri
DR. H. ACHMADY Msi,MM. dilahirkan di desa Kemasan Tani kecamatan Gondang Kabupaten Mojokerto pada tanggal 8 November 1950 dari pasangan H. Achmad Khusnan dan Hj. Hidayah (Alm). Achmady adalah putra kedua dari 9 bersaudara. Semenjak kecil kehidupan sebagai anak desa dilakukan apa adanya penuh dengan kesederhanaan, kekeluargaan dan kebersamaan dalam menyongsong suka duka kehidupan.

Dari ayah sebagai Mayor Angkatan Darat (AD) mengalir darah ketegasan sikap seorang tentara, dari sanga buyut KH. Abdul Karim (Alm.), dan sanga kakek KH. Mochamad Yasin (Alm.), tokoh agama yang disegani menjadi darah ”Santri” membentuk pribadi yang utuh, menjalani makna kehidupan yang seimbang antara mengejar kehidupan dunia dengan ketekunan beribadah.

Dalam perjalanan masa pendidikan SD (1963) di Kemasan Tani, SMP (1966) di Gondang dan SMA (1969) di Mojokerto, yang sekaligus menempuh pendidikan di Ponpes ”Sabilul Muttaqien” pimpinan KH. Achyat Chlimy (Alm.) sehingga sebagai Bupati Mojokerto selama 2 periode H. Selama dekat dengan rakyat / umat.

Mengawali Bekerja sebagai PNS
Sosok achmady pemuda asal desa kemasan tani kecamatan gondang dibesarkan ditengah-tengah masyarakat petani yang sederhana, namun orang tua Achmady memiliki visi kedepan sambil menepuk pundak putranya sambil berbisik kepada Achmady, ”Bahwa besok kamu akan jejer dengan bupati/gubernur”.

Achmady melangkahkan kaki didunia pamong praja mulai dari tukang sapu pasar sebagai pegawai diangkat pertama kali tahun 1971 dengan pangkat sangat rendah yaitu 1C, secara berangsur karir meningkat menjadi juru tulis sampai dengan menjadi bupati dan calon gubernur.

Dengan kejujuran, ketulusan dan semangat, pengabdian yang tinggi, dipercaya pemerintah kabupaten mojokerto untuk tugas belajar kedinasan pada Akademi Pemerintahan Dalam Negeri (APDN) dan lulus pada tahun 1975.

Sosok Achmady muda sebagai pelayan masyarakat.
Bertugas melayani masyarakat dan dekat rakyat merupakan hal yang biasa bagi sosok Achmady muda. Bertugas menjadi Mantri Polisi Pamong Praja di Kecamatan merupakan suatu berkah yang sangat disyukuri.

Karena merasa tugasnya yang mulia dapat dekat dengan masyarakat, bahkan seorang anggota DPRD dari F-PKB anak seorang guru ngaji, teringat sejarah ketika Achmady muda yang sekarang menjadi Bupati, pada waktu menjadi mantri polisi pamong praja pernah tidur dan membantu pembangunan mushola di tempat bapaknya mengajar ngaji.

Dedikasi dan semangat merakyat menjadikan H. Achmady dipromosikan sebagai Camat Bangsal pada tahun 1981, merupakan camat termuda pada jamannya. Setelah menjadi camat Bangsal selama 4 tahun, pindah tugas menjadi camat Trawas pada tahun 1984. sebagai camat, kedekatan dengan rakyatnya semakin baik, sikap rendah hati melihat kesulitan rakyatnya adalah merupakan tantangan dan perjuangan sekaligus menjadikan sarana ibadah implementasi Hablum Minannas.

Dukungan menjadi Bupati dari lintas partai adalah suatu bukti, istilah pepatah orang tua mengatakan ”wong nandur bakale ngunduh”, itulah sosok DR. H. ACHMADY.

Pengalaman Birokrasi
Dari pengalaman lapangan sebagai mantri polisi dan camat selama 16 tahun, DR. H. ACHMADY Msi,MM. terus maju menjadi Kepala Dinas Kebersihan dan Pertamanan pada tahun 1994. prestasi yang diperoleh saat menjabat adalah menjadikan Kabupaten Mojokerto sebagai peraih Adipura Kencana, simbol kota terbersih.

Prestasi yang cukup gemilang mengantarkan DR. H. Achmady Msi,MM. menduduki jabatan Pembantu Bupati dan Ketua Bappeda Kabupaten Mojokerto pada tahun 1999.

Sebagai Bupati dari Rakyat yang merakyat
Simbol Bupati dari rakyat yang merakyat, itulah sebutan dari segenap elemen masyarakat. Sejarah telah menorehkan tinta emas yang tidak pernah pudar, pemilihan Bupati periode yang pertama boleh dikatakan paling unik se Indonesia. Calon Bupati saat itu ada sepuluh calon, diantaranya ada yang latar belakang mantan Bupati, dan Sekretaris Daerah, tetapi H. Achmady memperoleh suara mutlak 50%.

Dengan semboyan ”Mikul dhuwur mendhem jero” yang selalu dilontarkan dan diimplementasikan membuat Kabupaten Mojokerto selalu dalam keadaan aman dan tertib.
Pola management Pemerintah saling asah, asih dan asuh membawa keberhasilan dalam memimpin daerah.

Dalam kepemimpinan DR. H. ACHMADY Msi,MM. yang didasari oleh rasa peduli kepada masyarakat dan serius dalam melaksanakan pembangunan, maka Kabupaten Mojokerto seringkali meraih prestasi gemilang di tingkat regional maupun nasional.

Berbagai upaya untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui ekonomi kerakyatan telah mengantarkan DR. H. ACHMADY Msi,MM. memperoleh penghargaan bergengsi dari Jawa Pos Otonomi Award dalam Program Pemberdayaan Usaha Ekonomi(PUEM), disamping itu keseriusannya dalam pemerataan pembangunan khususnya bidang energi terbarukan,upaya ini telah menghantarkan untuk yang kedua kalinya menerima penghargaan dari Jawa Pos Otonomi Award.

Kepedulian terhadap pendidikan dan kesehatan yang dilaksanakan secara sungguh-sungguh, maka prestasi Manggala Karya Bhakti Husada Arutala dari Menteri Kesehatan telah diterimanya, prestasi bidang pendidikan tingkat ASEAN telah melengkapi kepemimpinan DR. H. ACHMADY Msi,MM. dalam meningkatkan usaha-usaha pendidikan dengan diterimanya PROFESSIONAL GOLDEN AWARD dalam usaha kesehatan sekolah.

Demikian pula dalam meningkatkan disiplin pegawai dalam melaksanakan tugas mendapatkan perhatian yang serius, sehingga tidak heran jika DR. H. ACHMADY Msi,MM. menerima penghargaan budaya kerja tingkat Propinsi Jawa Timur.

Berhasil dalam memimpin periode pertama, DR. H. ACHMADY Msi,MM. dicalonkan kembali untuk menjabat Bupati periode kedua dengan perolehan suara mutlak 87.73% dan tercatat di Rekor MURI untuk jumlah perolehan suara terbesar di Indonesia. Dalam kesempatan memperoleh penghargaan tingkat nasional.

DR. H. ACHMADY Msi,MM. sebagai motivator sejati
Di tengah kesibukan sebagai Bupati, DR. H. ACHMADY Msi,MM. berhasil meraih gelar Doktor, inilah spirit dan perjuangan yang patut diteladan. Sebagai pemimpin terus mengisi kekurangannya.

Pengalamannya menunjukan keikhlasan dan sebuah kejujuran. Problem manusia adalah dirinya sendiri, H. Achmady Msi,MM. memberi contoh ”Akuilah kekurangan secara jujur,secara ikhlas menerima kekurangan diri,dan berani melakukan kebenaran untuk mengisi kekurangannya”.
Orang pasti bertanya ”DR. H. ACHMADY Msi,MM. Sang Kandidat Gubernur Jawa Timur”.

Keberhasilan meraih prestasi, merupakan wujud implementasi motivasi diri. Perjalanan telah memberi inspirasi.
”Orang harus jujur memikirkan apa yang berani diimpikan, jujur menginginkan apa yang berani dipikirkan, jujur memutuskan apa yang berani diinginkan, jujur merencanakan apa yang berani diputuskan, jujur melakukan apa yang berani direncanakan, jujur meyakini apa yang berani dilakukan”.

Dengan semangat Partai Kebangkitan Bangsa dan dukungan semua kalangan serta dengan Ridho Allah SWT, Saya bisa menang.