melupecel1.jpgHari minggu pagi, kota Mojokerto mulai bergeliat. Alun-alun adalah sasaran bagi warganya untuk bersenda gurau, ber olah raga, nongkrong, maupun berwisata kuliner. Lokasi di jantung kota ini memang ramai saban hari nya, terutama di malam hari, karena pemerintah kota memperbolehkan para pedagang untuk menjajakan barang dagangannya. Meski terkesan semrawut, tetapi menjadi tempat yang asik untuk jalan-jalan. Pada hari minggu pagi pun, lokasi alun-alun ini selalu ramai. (more…)

Tahu CampurAnda ingin merasakan menu lain dari pada yang lain ?. Ketika jalan-jalan di kota Mojokerto, dan merasa lapar ingin mencicipi menu yang tidak biasanya, Anda bisa melahap tahu campur Pak Jan yang berjualan di Jl. PB Sudirman, Kota Mojokerto (dekat dengan Klenteng / Joko Sambang).

Pak Jan ini sudah berjualan tahu campur selama kurang lebih 13 tahun, dan cukup terlatih untuk membuat racikan bumbu tahu campur yang nikmat dan lezat. Tahu campur sajian dari Pak Jan terdiri dari mie kuning, lobak, ketela goreng, lontong, kulit sapi (cecek) dan kuah serta bumbu petis. Bila ingin ditambahi kecap, Pak Jan pun rela hehehe. (more…)

Layani Konsultasi Menjahit Gratis, Jaring Pelanggan sampai Bupati

Kesempatan mengais rezeki menjelang masuk sekolah, tidak saja milik penjual kain, sepatu dan buku. Para penjahit permak jeans pun turut kecipratan. Bahkan, mereka tidak segan memberikan konsultasi gratis.

Masuk kawasan Pasar Tanjung Anyar, Kota Mojokerto, yang terbesit tentu kebutuhan rumah tangga. Seperti bahan pokok, dapur, sayuran, berbagai macam ikan, hingga buah-buahan. Namun, siapa sangka di dalam pasar itu terdapat los (stan) yang disediakan bagi penjual jasa permak jeans. (more…)

Ada yang Seharga Rp 25 Juta, Pernah Nekat ke Malaysia Berburu Satu Keris

Banyak cara untuk menyalurkan hobi. Terutama hobi tersebut bersentuhan langsung dengan profesi yang digelutinya. Seperti yang dilakukan oleh Gus Im. Demi memuaskan hobi sebagai kolektor benda pusaka, dia rela merogoh kocek hingga jutaan rupiah. Bahkan mancanegara pernah dijangkaunya untuk mendapatkan satu keris.

Suasana agak ”mistis” sangat terasa ketika memasuki gerbang padepokan milik Imam Nabilah, 40, nama asli Gus Im. Di depan padepokan, terdapat relief bergambar wali songo berkumpul di bagian kanan pintu gerbang. Bagian kiri gerbang terdapat relief tulisan ayat-ayat Alquran. (more…)

Sudah Rasakan Honor Pentas Tiga Kali, tapi Kesengsem Jadi Penari

Layaknya para dalang profesional, Ki Wisnu, bocah yang masih berusia 11 tahun itu sudah berhasil membuat para penonton terhibur. Meski dua tangannya berukuran kecil, namun dia terlihat lekoh (lincah) memainkan tokoh pewayangan.

Suaranya seakan menghipnotis siapapun yang mendengar, saat dia tampil menjadi dalang kecil. Hal itu terlihat, ketika anak pasangan Setu, 45 dan Sumiani, 40 warga Dusun Losari Desa Sidoharjo Kecamatan Gedeg Mojokerto itu tampil di Dinas Pendidikan Kabupaten Mojokerto. (more…)

Pengarang Perempuan Pertama dalam Kesusastraan Jawa Modern

Bagi penikmat dan pengamat kesusatraan Jawa zaman kemerdekaan, St Iesmaniasita merupakan nama yang sudah tidak asing lagi. Banyak karyanya yang tersebar lewat majalah-majalah berbahasa Jawa, atau lewat kumpulan cerita pendek serta antologinya yang telah diterbitkan. Hasil karyanya berupa sajak (dalam sastra Jawa disebut geguritan atau guritan), cerita pendek (cerita cekak disingkat cekak). (more…)

Peralatan Pinjam, Bahkan Kostum Seragam Belum Punya
Menjelang pilkada, Wali Kota Mojokerto semakin rajin mengunjungi warganya. Biasanya setiap kali datang ke kelurahan, kelompok musik akustik Oyot Mimang menjadi pembukanya. (more…)

Iseng-iseng browsing ke youtube.com dan memasukkan kata Mojokerto dalam pencarian. Ketemu dengan video ludruk Karya Budaya dengan judul Supali Dadi Kyai. Video ini milik dari pengguna bernama arek40street dimana dia membagi cerita ludruk ini dalam 7 potongan video. Dibawah ini adalah videonya:

“Kembang gedang dipangan wedus arek klambi abang budal gak adusss……. hahahahaha”.
Luar biasa. Thanks kepada arek40street yang telah ikut merekam karya ludruk asli Mojokerto ini.

Belajar Instan, Peralatan Masih Swadaya Siswa
Masih berbalut pakaian jin biru dan atasan putih, para anggota Spenza Primavista Orchestra mampu memadukan komposisi nada dengan apik. Gemanya mengalun tertiup angin di sela-sela penampilan kali kedua mereka pada acara peresmian Tugu UKS di Jl Surodinawan, Kota Mojokerto kemarin. (more…)

Awalnya Coba-Coba, Sekarang Rutin Kirim ke Bali
Batok kelapa yang biasanya dibuang setelah isi kelapa diambil ternyata bisa dimanfaatkan sebagai bahan bakar alternatif. Tak hanya itu, hasil pembakaran kulit pohon nyiur ini juga menghasilkan karbon untuk penjernih air. (more…)

Page 3 of 10«12345»...Last »