Thu 4 Oct 2007
Ngabuburit di Pendapa Agung Trowulan, Kabupaten Mojokerto
Diposting oleh: Penunggu Mojokerto.Info Kategori: Mojopahitan , Jalan-JalanTempat Nongkrong Anak-Anak Muda hingga Dewasa
Suasana yang lengang, membuat semua yang datang enggan untuk meninggalkan tempat ini. Alhasil, di sana-sini tampak orang-orang yang lesehan, bahkan tiduran untuk selama Bulan Ramadan ini di Pendapa Agung Trowulan.
Sejak pagi, parkir sepeda di sekitar Pendapa Agung Trowulan selalu penuh. Terutama sepeda pancal, namun banyak pula sepeda motor, bahkan beberapa mobil.
Terik dalam perjalanan seakan tersiram dengan keteduhan rindangnya pepohonan di lokasi ini. Sejak masuk pintu gerbang, teriknya siang seakan sirna. Apalagi ketika memasuki komplek pendapa itu. Lantai pendapa seperti menelan panas kepenatan setelah seharian berjalan. Membuat siapa saja yang datang akan memilih duduk tersimpuh menguapkan panas tubuh yang dibawa dari rumah masing-masing.
Termasuk ketika siang itu, koran ini bertandang ke sana. Pengunjung ramai, laiknya ada sebuah acara khusus yang kerap diselenggarakan di tempat ini seperti ajang promosi atau dangdutan. Terutama anak-anak usia sekolah.
“Kegiatan Pondok Ramadan sudah selesai,” ujar Rian, seorang anak kelas IV SD Temon yang tak jauh dari lokasi ini.
Dia sengaja dengan lima orang temannya bersepeda menuju Pendapa Agung ini sekadar menghabiskan waktu puasa. “Kalau tidak dibuat main-main seperti ini, nanti terasa laparnya,” ujarnya memberi alasan.
Di Pendapa Agung, enam anak ini tampak bergerombol di sudut. Mereka tampaknya terlibat dalam pembicaraan seru anak-anak. Sayang, ketika didekati, pembicaraan itu dihentikan. Mereka hanya tersenyum saja malu-malu.
Beda Rian, beda pula kedatangan Muhtaman, warga Gresik yang datang bersama istrinya. Dia sebenarnya tak sengaja berkunjung ke sini. Hanya numpang mampir, karena sedang menjenguk salah satu kerabatnya di Trowulan. “Sudah di Trowulan ya sekalian mampir ke sini,” ujarnya.
Di tempat ini, sepasang suami-istri ini tampak menikmati suasana yang ada. Bahkan, keduanya tampak antusias memandang satu per satu gambar yang dipasang di pendapa. Mulai foto para panglima Kodam V Brawijaya, serta situs-situs peninggalan Kerajaan Majapahit. Tidak hanya itu, keduanya tampak mendatangi petilasan Gajah Mada di belakang pendapa.
Ternyata, tidak hanya Muhtaman yang dari luar kota. Seorang laki-laki lain mengaku dari Sidoarjo juga terlihat hadir. “Saya ingin tahu tempat Gajah Mada mengucapkan sumpah amukti palapanya,” kata warga Waru Sidoarjo ini.
Tidak hanya anak-anak dan orang dewasa yang membanjiri Pendapa Agung. Beberapa pasangan muda-mudi juga tampak datang ke tempat ini. Mereka tampaknya sepasang kekasih. Hanya, karena tempatnya ramai, biasanya pasangan yang datang berdua ini memilih duduk-duduk di pinggir pendapa saja.
Sumber : Koran Radar Mojokerto




