Wed 21 Oct 2009
Menarik untuk disimak iklim demokrasi di kabupaten Mojokerto tentang pemilihan Bupati Mojokerto yang notabene akan berlangsung di tahun 2010 nanti. Tapi gerak-gerik aksi ’salip-menyalip’ waktu kampanye sudah menghiasi ruang pandang mata antara Mustofa dengan M-Center nya, Bupati Suwandi dan ulama Gus Dim.
Yang saya tahu, para bakal kontestan itu berlaku seperti para selebritis-selebritis di Jakarta sana. Sejauh mata memandang menyisiri jalanan kota Mojokerto, kadangkala bertemu dengan mereka bertengger manis murah senyum di kaca belakang mobil. Mungkin ongkos printing sekarang murah, sehingga tidak ada beban untuk produksi media-media kampanye sebelum waktunya.
Disamping menunjukkan wajah ‘ramah’ nya, para bakal calon itu selalu memberikan himbauan/ajakan positif bagi orang yang kebetulan membacanya. Bagus sih, cuman apakah itu relevan jika pesan positif yang seharusnya menjadi program kerja/kewajiban pemerintah itu dipublikasikan berdampingan dengan wajah-wajah bupati & wakil bupati yang masih aktif menjabat ?. Ketika 2010 adalah masa Pilkada Mojokerto, pesan dari incumbent tersebut berpotensi menarik banyak kesan, antara menjalankan program pemerintah atau berkampanye (terselubung dlm aktivitas pemerintahan) memperkenalkan diri ke masyarakat. Belum lagi jika kita mempertanyakan mengenai dana publikasi tersebut. Apakah dari kocek pribadi para incumbent itu atau dr APBD ? Nah lo. Jawab saya ya mei be yes or mei be no. Rakyat (saya) dibuat bingung.
Dilain sisi, saya dengar-dengar ada bakal calon yang lebih realistis menerapkan berbagi tak merugi kepada masyarakat Mojokerto. Indah sekali dulur ! Bisa dikatakan tindakan tersebut merupakan oposisi yang positif terhadap pemerintahan yang berlaku saat ini. Semoga saja berbaginya tepat sasaran, yaitu ke masyarakat yang memang benar-benar membutuhkannya. Jangan sampai terpolitisasi dan tersalurkan kepada pihak-pihak yang memang sudah berada. Ok … silahkan dilanjut dulur ! Mojokerto bangkit (kan) rakyat yang menderita supaya maju. Waspada untuk tidak sampai membangkitkan nafsu pihak-pihak yang memanfaatkan situasi politik hanya hanya ingin memperkaya diri.
Recent Comments:
- suryati: Pijet khusus pria, hanya malam, 0321-6817076, datang ke rumah, kata sandi ’sedot WC’.Memuaskan...
- suryati: Pijet khusus pria, hanya malam, 0321-6817076, datang ke rumah, kata sandi ’sedot WC’.Memuaskan
- suryati: Pijet khusus pria, hanya malam, 0321-6817076, datang ke rumah, kata sandi ’sedot WC’.Memuaskan
- guntur: saya mau maharkan keris blarak sineret, tangguh mataram dapur carubuk. kira@ ada yg berminat tidak?
- Didik: Saya mempunyai pusaka peninggalan Syeh Jumadil Qubro berupa tosan aji keris Kyai Jolo Rante. Pusaka tersebut...
Recent Trackbacks:
- Moeghan Network: Bakso Pentol Besar di Mojosari












