Fri 22 May 2009
Komunitas Rambak Sapi Online Pertama di Dunia !
Diposting oleh: Penunggu Mojokerto.Info Kategori: KulinerProduk makanan terkenal asal Mojokerto selain onde-onde adalah Kerupuk Rambak Sapi. Kerupuk atau camilan ini bisa dijumpai keberadaannya disepanjang kiri kanan jalan provinsi Desa Pacing, Kecamatan Bangsal.
Entah bagaimana asal muasalnya, yang jelas, keberadaan penjual rambak disana belum saya jumpai di kisaran tahun 1995-an. Tetapi saya sering berkunjung ke rumah teman sesama SMA Sooko, Mojokerto bernama Siti Sa’diyah (semoga dia baca ini), dan bapaknya bernama Pak Latif adalah peternak sapi potong. Mungkin penduduk Bangsal mayoritas berprofesi sebagai juragan sapi.
Terakhir berkunjung ke Bangsal, sekalian borong 5kg rambak sapi mentah pada bulan April 2009. Rambak sapi dijual secara mentah dan sudah matang (siap dimakan kriuk-kriuk). Sebelum dan sesudah transaksi rambak, saya mengamati bahwa toko-toko rambak sapi disana mayoritas bertenda/payung dan pada sisi kain tenda ada ‘tjap’-nya Pemda Mojokerto. Yang saya ketahui, sebelum ada ‘tjap’ Pemda, para pedagang rambak sudah banyak berjejeran disepanjang pinggir ruas jalan. Tepatnya didepan rumah mereka sendiri.
Saya masih belum tahu apa kontribusi Pemda Mojokerto terhadap keberadaan pedagang rambak tersebut. Apakah mereka dulu membantu para pedagang itu dengan modal, ataupun bentuk lainnya. Tapi yang jelas, pedagang itu telah ada dan banyak berjejeran sebelum tenda ‘tjap’ Pemda itu berdiri. Sekarang, dengan adanya tenda ‘tjap’ Pemda, seakan-akan para pedagang rambak sapi itu sedang di Pemdaisasi, penampilan tokonya diseragamkan serba hijau tua dan berlogo-kan Pemda Mojokerto.
Sekali lagi entah. Entah mereka diapakan sama Pemda Mojokerto, tapi saya berharap ada kemajuan di sisi pendapatan dan kesejahteraan bagi pedagang rambak sapi Bangsal. Amin.
Pertanyaannya sekarang, bagaimana cara pedagang itu memasarkan rambak sapi ?. Apakah hanya mengandalkan pembeli yang kebetulan lewat disepanjang jalanan Bangsal ?. Ataukah mereka sudah mempunyai jalur distribusi sendiri. Ya, semoga Pemda Mojokerto dengan ‘Pemdaisasi-nya’ tadi bisa membantu para pedagang rambak sapi.
Saya mendengar beberapa warga Mojokerto yang mempunyai inisiatif membeli rambak sekilo sampai ratusan kilo untuk dijual kembali dikota lain. Misalkan Bapak Swasono yang asli Japan, Sooko dan beliau bekerja di Jember, selalu membawa rambak dari Bangsal untuk dijual kembali di warung atau toko seputar Jember sana. Salut Pak !.
Kebetulan, atas cerita sukses Bapak Swasono, saya-pun tertarik untuk memasarkannya di Denpasar, Bali. Maka, rambak mentah 5kg saya gunakan untuk mengawali jualan. Saya punya pembantu yang siap menggoreng dan membungkus rambak tersebut.
Sebelum dijual, rambak sapi itu harus diberi merk agar dikenal. Maka nama “Melu Snack” saya pergunakan sebagai merk. Selanjutnya, disela-sela istirahat makan siang dan makan malam, saya coba tawarkan kerupuk rambak itu ke warung-warung yang telah kenal dengan pemiliknya. Dengan mudah, rambak sapi itu nangkring di meja makan siap untuk dijual.
Beberapa hari kemudian, saya sempatkan untuk membuatkan sebuah website rambak sapi. Website itu sebelumnya berisi produk miniatur kerajinan kapal (juga buatan orang Mojokerto), dan tambah satu lagi koleksi produk Mojokerto, yaitu rambak sapi yang dijual mentah maupun siap makan. Website adalah sama seperti toko sebagai tempat berjualan, namun keberadaannya online melalui internet dan bisa diakses menggunakan komputer/laptop. Untuk melihat websitenya klik disini >> Rambak Sapi <<.
Masih di pola marketing yang sama, saya-pun menyasar situs jejaring sosial besar dunia bernama Facebook. Situs jejaring sosial ini cukup populer dikalangan netter Indonesia sebagai tempat bertemu sua dengan teman-temannya, baik itu teman kantor, teman sekolah (TK, SD, SMP, SMA, Kuliah), bahkan teman bermain dimasa lalu. Dalam Facebook, seseorang bisa menyatukan pertemanan, mengikuti diskusi, menyebar undangan acara, mengikuti group, menjadi penggemar artis/tokoh/merk produk, bisa memasang foto pribadi atau komunitasnya untuk dilihat bersama-sama, dan lain sebagainya.
Semua manusia yang dikenal maupun tidak berkumpul disana. Artinya, kegiatan di situs jejaring sosial tersebut adalah potensi untuk memperkenalkan sebuah informasi. Termasuk informasi keberadaan rambak sapi Mojokerto. Berangkat dari situ, saya akhirnya mencoba membuat sebuah group Rambak Sapi. Dan ternyata mendapatkan respon positif dari teman-teman saya. Akhirnya, setelah mencoba mencari tahu kesana kemari, ternyata belum ada komunitas pecinta rambak sapi. Maka, dengan bangga saya menyatakan diri bahwa Rambak Sapi asal Mojokerto telah mempunyai Komunitas Pecinta Rambak Sapi. Untuk melihat komunitas itu, klik ini >> Komunitas Rambak Sapi <<
Ada juga badge komunitas yang bisa dipasang di website manapun juga. Dibawah adalah badge nya :
Pada minggu ke dua, istri saya mengirimkan lagi 10 Kg rambak sapi mentah ke Bali. Saat tulisan ini diturunkan, saya sedang menunggu 10Kg ke 2 dari Mojokerto. Semoga terus laris agar bisa saling bagi-bagi rejeki. Amin. Maju terus buat pedagang rambak sapi Mojokerto !.


BULE AJA SUKA MAKAN RAMBAK SAPI !
Recent Comments:
- suryati: Pijet khusus pria, hanya malam, 0321-6817076, datang ke rumah, kata sandi ’sedot WC’.Memuaskan...
- suryati: Pijet khusus pria, hanya malam, 0321-6817076, datang ke rumah, kata sandi ’sedot WC’.Memuaskan
- suryati: Pijet khusus pria, hanya malam, 0321-6817076, datang ke rumah, kata sandi ’sedot WC’.Memuaskan
- guntur: saya mau maharkan keris blarak sineret, tangguh mataram dapur carubuk. kira@ ada yg berminat tidak?
- Didik: Saya mempunyai pusaka peninggalan Syeh Jumadil Qubro berupa tosan aji keris Kyai Jolo Rante. Pusaka tersebut...
Recent Trackbacks:
- Moeghan Network: Bakso Pentol Besar di Mojosari











June 12th, 2009 at 5:56 am
artikel yang menarik.. saya sangat suka banget dengan yang namanya rambak.. walaupun terkadang kalau makan suka “seret” di tenggorokan.. tetapi itu malahan yang bikin ketagihan.. apalagi di makan pas siang panas panas atau pas malam sambil nongkrong ngopi ma teman teman..