Sat 13 Oct 2007
Ke Trowulan Berwisata Religi dan Budaya
Diposting oleh: Penunggu Mojokerto.Info Kategori: Mojopahitan , WisataSETELAH berbicara tentang wisata alam di Pacet dan Trawas, maka bagi Anda yang tertarik berwisata budaya dan religi, maka Kecamatan Trowulan adalah pilihannya. Kecamatan ini, berbatasan dengan Kabupaten Jombang. Untuk mencapainya pun tergolong mudah. Karena kecamatan ini berada di jalur utama Provinsi Jatim lintas selatan.
Di Kecamatan ini, sebenarnya banyak situs budaya yang bisa dikunjungi. Semuanya merupakan situs-situs peninggalan Kerajaan Majapahit, yang beribukota di tempat ini. Hanya, tidak semua situs tersebut terawat dengan baik. Hanya beberapa yang sudah mengalami pemugaran dan layak dijadikan objek wisata.
Pertama, Candi Brahu yang terletak di Desa Bejijong. Untuk Candi Brahu, tampaknya sudah disiapkan sebagai tempat wisata yang nyaman. Misalnya di lokasi ini dilengkapi dengan tempat duduk yang mengelilingi pohon-pohon rindang. Juga areal parkir yang luas yang memungkinkan beberapa kendaraan. Candi Brahu juga dikenal warga sekitar sebagai Candi Panengokan. Disebut panengokan karena candi ini konon dipercaya sebagai tempat prajurit kerajaan untuk mengintai musuh dari arah utara.
Selain lokasinya yang lebih tinggi, juga di candi ini terdapat bentukan seperti jendela di bagian atasnya. Sayangnya, untuk alasan keamanan dan keutuhan candi, pengunjung dilarang naik sampai ke bagian atas lain. Namun, versi ini berseberangan dengan versi Balai Pelestarian Peninggalan Purbakala. Disebutkan, bahwa Candi Brahu merupakan perabuan dari salah satu raja Kerajaan Majapahit.
Tidak jauh dari candi ini, dengan membawa kendaraan sekitar 500 meter ke arah timur, Anda bisa mengunjungi Candi Gentong. Tapi, jangan mencari gentong di sini. Ini hanya nama candi. Sayangnya, candi ini bukan tempat yang pas untuk rekreasi. Karena belum dipugar hingga sekarang. Masih berupa tumpukan batu-bata yang ditutup dengan atap seng.
Kedua lokasi ini ada di sebelah utara jalan provinsi Surabaya - Jombang. Candi lainnya ada di sebelah selatan jalan provinsi tersebut. Yang tampak dari jalan raya ini, menjulang adalah Candi Wringin Lawang. Candi tersebut ada Desa Jatipasar, Kecamatan Trowulan. Disebut Wringin Lawang karena candi ini berbentuk gerbang kembar laiknya gerbang menuju sebuah ibu kota kerajaan. Saat ditemukan, lawang (gapura) ini tertutup oleh pohon beringin. Sehingga, masyarakat sekitar menyebutnya Wringin Lawang. Karena bentuknya yang khas ini, banyak orang percaya bahwa candi ini merupakan pintu gerbang menuju istana Majapahit.
Dari candi ini, Anda bisa berjalan ke arah barat. Sesampainya di Perempatan Trowulan, Anda bisa belok ke arah selatan. Ada beberapa lokasi wisata yang dapat dituju. Misalnya Kolam Segaran, Candi Minak Jinggo Pendapa Agung, Candi Kedaton, Candi Bajang Ratu, serta Candi Tikus. Dari beberapa yang disebutkan di atas, Candi Minak Jinggo danm Candi Kedaton yang belum mengalami pemugaran.
Terkait wisata budaya ini, ada satu lagi tempat yang layak dikunjungi. Yaitu Museum Trowulan. Di tempat ini disimpan beraneka ragam barang-barang peninggalan Kerajaan Majapahit. Bagi Anda yang ingin belajar tentang Kerajaan terbesar di Asia Tenggara ini, maka datang ke museum ini menjadi alternatifnya. Karena di sini juga ada studi literaturnya.
Nah, setelah lelah berwisata budaya, di Trowulan Anda bisa berwisata religi. Ada dua lokasi yang layak dikunjungi. Yakni Makam Troloyo, Makam Syech Jumadil Kubro di Desa Sentonorejo, Kecamatan Trowulan. Syech Jumadil Kubro ini merupakan guru para Wali Songo. Sehingga, keberadaannya tak jauh beda dengan makam para wali yang ramai dikunjungi masyarakat. Apalagi Pemkab Mojokerto telah memperbaiki makam ini menjadi tempat yang nyaman dan layak dikunjungi. Seperti ada areal parkir yang luas, tempat mandi dan WC umum.
Untuk umat Budha, Anda bisa datang ke Mahavihara Majapahit di Desa Bejijong, Kecamatan Trowulan. Di sini ada patung Budha tidur terbesar se-Asia Tenggara. Karena patung Budha ini, tidak jarang warga non-Budha berwisata ke tempat ini untuk melihat langsung keberadaan patung yang memecahkan rekor MURI ini.
Sumber : Radar Mojokerto (Jawa Pos)






