KESENIAN SEBAGAI MEDIA TRANSFORMASI
PENANGANAN MASALAH KESEJAHTERAAN SOSIAL
TERGELAR DI PELATARAN KANTOR DINAS KESEJAHTERAAN SOSIAL KOTA MOJOKERTO
Jl. Benteng Pancasila 25 Kota Mojokerto ,
Minggu 20. JUANUARI. 2008 ,
Jam. 08.00 Wib
Mengusung Tematik :
“ KESENIAN BUKAN SEKEDAR PENYALURAN HOBI SEMATA,TETAPI LEBIH DARI ITU KESENIAN TERKEMAS SEBAGAI PROFESI”
jagonganbudaya1.jpg jagonganbudaya3.jpg jagonganbudaya2.jpg
Acara ini dimotori “BAGUS MAHAYASA”sutradara yang konsisten dan produktif dengan karya-karyanya dari Drama dan Teater Kota Mojokerto.
Dengan Para Undangan yang hadir :
Bapak Wakil Walikota Mojokerto HENDRO SUWONO SH.CN.MH.
Bapak  SANTOSO AGUS PRIBADI. Ssn.  dari Propinsi ;Taman Budaya Jawa Timur
Ibu Hj. SU’UDDIYAH. SH.Spd.  Kepala Dinas Kesejahteraan Sosial Pemkot Mojokerto
DINAS PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN Kota Mojokerto.
LSM Kota Mojokerto.
Dewan Kesenian Mojokerto/DKM
PERS dan Para Jurnalis dari media Cetak dan Elektronik.
kalangan Waria yang tergabung di Himpunan Waria Kota Mojokerto HIWARIA
Karang Taruna,Sanggar-sanggar Seni se Kota Mojokerto
PARA SENIMAN se  Kab Kota Mojokerto.

Puisi :
…….Aku bicara apa adanya,
Tanpa menjilat,apalagi berlagu bejat menebar maksiat dengan topeng-topeng lampu gemerlap ada di aku tidak angkuh. Apalagi memaksa kehendak bersikukuh hanya lantaran kebentuk kursi yang kian lama kian rapuh.
Mojokerto ajari aku bicara apa adanya……..
,jangan ajari aku gampang lupa,,gampang berdusta,jangan pula ajari aku dan warga kota seperti naik becak seperti orang-orang Dewan di Jakarta.
Mojokerto,dari aku dan wakil Rakyat lebih banyak menimbang dan menimbang hati nurani membuat putus benang-
Benang Manusiawi.
Menjalankan program dengan kendaraan nurani-hati.
Mojokerto……ajari aku …..
ajari aku  jadi Wakil rakyat dan Pejabat, tanpa harus merebut apalagi saling mencikot yang
Berujung bendrat yang melarat,yang menatap yang jumpalitan di ujung awan tanpa ada ujung,tanpa ada jluntrung.
Mojokerto ajari aku……
Ajari aku bicara apa adanya,sebab suara rakyat adalah suara Tuhan.
Kau harus kian sadar, bahwa berkata harus benar dan suara Rakyat adalah suara kebenaran tak terbantahkan……
Mojokerto ajari aku tentang benaran…….tentang benar.

Puisi dibacakan dengan lugas oleh : AMING AMINUDIN Dewan Kesenian Kota Mojokerto.
Disaat awal acara  munculnya CAK TROMBOL Dewan kesenian Probolinggo dengan mengusung kiprah merakit acara bersama rekan-rekan Ludruk  KARYA BUDAYA, Cak  SLAMET dan Cak TRUBUS dan kawan-kawan, apalagi alunan Gendingan dan beksanan tergarap padat dengan dialog segar dan menggugah.
CAK TROMBOL Pelaku CAKRANINGRAT yang fasih dialog Sampang Madura disertai Beksanan yang akrap komunikatif  sebagai penghantar alur dialog yang tergarap apik ,segar dan komunikatif Interaktif.
Dalam acara “Jagongan Budaya” banyak mengungkap masalah-masalah Kedekatan Seniman-Budayawan dengan Masyarakat, Pemerintah dan Jurnalism artinya Seniman antar Seniman dengan masyarakat, Seniman dengan Pemerintah, Seniman dengan Jurnalis baik media cetak maupun elektrinik satu keterkaitan yang tidak dapat dipisahkan dalam mengangkat potensi yang diharapkan semua fihak.
Semaraknya berkesenian akan muncul Prima manakala bentuk-bentuk kerjasama dari semua fihak yang terkait saling mendukung yang pada saatnya akan bias membangun kekuatan dan tidak hanya membebankan pada Pemerintah saja.

Hadir di acara Bapak  SANTOSO AGUS PRIBADI. Ssn.  dari Propinsi ;Taman Budaya Jawa Timur Banyak menegaskan : “Kedekatan Seniman, Budayawan dengan Pemerintah  harus dilakukan.
Pemerintah tidak akan mengetahui  segala persoalan-persoalan yang muncul dari kalangan insan Seni, untuk itu sangatlah Efektif dialog-dialog yang konstruktif, di saat sekarang perlulah diadakan acara terkemas seperti ini untuk menghasilkan sinergi Seniman dengan Pemerintah”.

Hj. SU’UDDIYAH. SH.Spd.  Kepala Dinas Kesejahteraan Sosial Pemkot Mojokerto, menambahkan :
Perlunya keterkaitan beberapa pihak,karena merasa kesendiriannya selalu akrap dengan kalangan seniman,diharapkan dari segala komponen dan jajaran Dinas-dinas yang lain akan terjadi kekompakan dan harus diperjuangkan bersama jikalau semua Dinas  Instansi Pemerintah, Legislatif maupun Eksekutif terkait  sebagai pemerhati dan peduli niscaya Para Seniman tidak akan ketimpangan dengan pelbagai upaya memberdayakan Budaya daerah menjadikan aset  komunditas ke luar negeri sehingga  kita mendapatkan satu Potensi sekaligus satu defisa Bagi Bangsa kita, tanpa banyak mengirimkan tenaga kerja keluar negeri sebagai tenaga buruh saja.
Bagi kalangan Waria yang tergabung di Himpunan Waria Kota Mojokerto  HIWARIA  Kota Mojokerto yang diketuai oleh mBak  JIMMY  mempertanyakan adakah sinergi pemberdayaan dan peluang kerja bagi para waria di Kota Mojokerto,di tandaskan bahwa  Dinas social Kota Mojokerto sudah memiliki program-progam pemberdayaan dimaksudkan termasuk para Pengamen jalanan yang ada di Kota Mojokerto tidak lagi menjadi pemusik-pemusik jalanan kita juga mengusahakan kerja sama dengan pengusaha kafee-kafee dan restoran-restoran yang ada di Kota Mojokerto untuk bersinergi dan memberdayakan para pengamen jalanan.
Dihimbaukan pula kepada kalangan Pers juga sangat-sangat peduli untuk ikut serta peduli mengangkat Harkat para Seniman demi pengembangan dan keberlangsungannya.

Bapak HENDRO SUWONO SH.CN.MH. Wakil Walikota Mojokerto Menegaskan, walaupun saudara-saudara Seniman pinggiran yang berusaha melestarikan Seni Budaya Bangsa kita,bagaimana Pemerintah di era reformasi sekarang berupaya keras meningkatkan pelayanannya, artinya Masyarakat Seniman tentulah ingin membangun sistim nilai yang
semuanya itu bisa menata Masyarakatnya secara teratur yang ujungnya adalah memenuhi rasa keadilan dan kesejahteraan Masyarakat.
untuk membangun sistem itu tidak mungkin bias kita capai tanpa Masyarakat itu sendiri minta untuk dilayani, tapi APBD dari anggaran kita,yang dikumpulkan dari anggaran kita dan di distribusikan juga untuk kita dengan bagaimana cara kita supaya tercapai alkhida pemerataan dalam arti tidak harus sama dan tergantung dari yang diinginkan Masyarakat.
Bila para Seniman ingin dilayani tentu bagai mana cara kita harus melayani artinya dengan harapan disatu sisi Pemerintah Programnya berjalan untuk melestarikan Seni Budaya,di sisi yang lain para seniman dapat  memunculkan kreatifitas karyanya yang tak lekang berjalan dan justru mengangkat harkat dan martabat bangsa dan Negara kita yang tercinta ini.
jagonganbudaya4.jpg jagonganbudaya5.jpg jagonganbudaya6.jpg

jagonganbudaya7.jpg jagonganbudaya8.jpg jagonganbudaya9.jpg

jagonganbudaya10.jpg jagonganbudaya11.jpg jagonganbudaya12.jpg

jagonganbudaya13.jpg jagonganbudaya14.jpg jagonganbudaya15.jpg

jagonganbudaya16.jpg jagonganbudaya17.jpg jagonganbudaya18.jpg

jagonganbudaya19.jpg jagonganbudaya20.jpg jagonganbudaya21.jpg

Sponsorship:

diskesos-mjk.jpg fkpsm-mjk.jpg hotel-tegal-sari.jpg

lidhie-art-forum.jpg rmd-design.jpg

pengen_punya_website.gif