Thu 18 Dec 2008
Nasib perajin tikar dari daun pandan, atau samak pandan kini kian merana. Perajin ini kalah bersaing dengan tikar-tikar yang dibuat dari bahan plastik atau karpet. Tapi, mereka terus berjuang mempertahankan usaha itu, karena merupakan satu-satunya pekerjaaan yang mampu menafkahi keluarga.
Pak Samiran, asal Desa Meri, Mojokerto (71 tahun) duduk membelakangi gulungan tikar pandan berbagai ukuran yang terpajang didepan tokonya. Sebetulnya bukanlah toko modern pada umumnya, tapi bangunan semi permanen yang tepatnya disebut lapak, berdiri memakan trotoar, di Jalan Achmad Dahlan, Mojokerto kota. Pak Samiran sudah berjualan tikar pandan ini semenjak tahun 1963. (more…)




