Seni


Minat warga Kota Mojokerto untuk mengoleksi lukisan sepertinya masih sangat rendah. Ini terlihat dari minimnya transaksi dalam pameran lukisan Guyub Bareng yang digelar Dewan Kesenian Kota Mojokerto (DKM) yang berakhir Jumat (4/1) lalu.

Selama delapan hari penyelenggaraan pameran di sekretariat DKM tersebut hanya dua lukisan yang terjual. Padahal selama pameran setidaknya terdapat 90 lukisan yang dipamerkan. “Minat warga Mojokerto sepertinya memang baru sebatas apresiasi, belum sampai koleksi,” kata Priyok, salah seorang panitia yang juga Pengurus Biro Seni Rupa DKM, kemarin. (more…)

Sebuah perahu melayang di atas candi, ada awan menyelimuti candi. Perahu yang satu berada di bawah. Suasana terasa surealis. Begitulah karya Samsul Hadi Prawiro asal Menanggal, Mojosari berjudul Flying without Wings berupa digital print di atas kanvas terdiri dari tiga panel berukuran 100 cm x 50 cm. “Optimisme saja tak kan cukup buat sikapi alam tanpa ada kearifan di dalamnya karena alam adalah mesin yang maha dahsyat buat belajar lebih baik lagi?” begitu tulis Samsul pada kertas di bawah karyanya. (more…)

Tiga Kali Lecutan, Pemain Disiapi Honor Rp 10 Ribu dan Pisang
Meski tubuhnya dipukuli rotan dan terluka, namun tetap tesenyum dan berjoget di atas panggung mengikuti irama. Pemandangan itu sebagian dari kesenian ujung, kesenian tradisional yang awalnya dilakukan untuk meminta hujan ini

Alunan suara gamelan rancak terdengar dari ujung gang di Dusun Pendowo Desa Ngrowo Kecamatan Bangsal Kabupaten Mojokerto. Semakin lama, musik kian ingar-bingar. Sesekali, suara riuh berbalut sorakan yang muncul dari kerumunan orang. (more…)

Oleh: Anam Anis*
LATAR belakang sejarah perjalanan bangsa sebelum Kemerdekaan Republik Indonesia dapat dilihat melalui catatan perjalanan kebudayaan dan peradaban bangsa. Terhitung sejak abad keempat, Nusantara Raya ini sudah mengenal peradaban dengan ditemukannya Prasasti Kutai di aliran Sungai Mahakam Kalimantan Timur yang dibuat oleh raja Mulawarman. (more…)

Siapkan Lakon Joko Sambang, sebagai Misi Kebudayaan
Menjadi satu-satunya grup ludruk yang dipilih dalam ajang budaya Bengawan Solo Festival 2007, membuat kelompok ludruk pimpinan Cak Edy Karya ini bersiap diri. Sayang, pada kesempatan tersebut Cak Edy sendiri tidak bisa menyertai karena hari ini sudah harus masuk asrama haji untuk berangkat ke Tanah Suci. (more…)

Memadu konsep musik musik karawitan dan gerak atau tari. Mbaljigong pun tampil memukau. Spirit Jawa terurai dalam teks lagu yang ditembangkan. (more…)

Belajar sambil Bekerja, Sebut Penonton Keliru Penumpang
Musik jalanan kerap kita jumpai dan dengar di atas bus, kereta atau bahkan lampu merah (traffic light). Meski tempatnya harus dicari sendiri, namun untuk memainkan tetap membutuhkan keterampilan. Lantas, bagaimana kalau mereka mengikuti festival? (more…)

Web : http://www.yusach-art.com Email: yusach07_art@yahoo.co.id

PELUKIS DAN PEMATUNG

YUSACH NH

MOJOK ERTO - JAWA TIMUR - INDONESIA

jyusach-nh.jpg

Biodata:
Nama Yusach NH.tempat, tanggal lahir, Kediri, 05 maret 1954 suku jawa, domisili di mojokerto sekarang, pendidikan berkesenian sebagai alumnus IKIP SURABAYA .1981. Mantan Pekerja Pada lembaga pendidikan.
(more…)

« Previous Page