Seni


Karya Hiasi Istana Xanana Gusmao, Utang Patung Mbah Surip

Bom Bali I Oktober 2002 lalu, memang telah banyak menelan korban jiwa (202 orang). Dampaknya, selain banyak orang cacat atas kelakuan laknat teroris itu, banyak pula orang kehilangan mata pencaharian. Salah satunya Putut Nugroho. Usahanya gulung tikar usai bom meledak di Legian tahun 2002 itu. Namun dia bisa bangkit dengan usaha baru.

Mentari sudah condong ke barat. Di sore itu koran ini memasuki ”bengkel” kerja Putut Nugroho. Terlihat beberapa anak buahnya lagi mengecat salah satu karyanya berupa Dinosaurus.

”Pak Putut masih di rumah, entar lagi sini. Bapaknya istirahat tadi,” ungkap Agus, salah satu anak buahnya. Beberapa saat Radar Bali menunggu, akhirnya orang yang dicari koran ini datang juga. (more…)

Awal tahun 2009 menjadi pertanda baik bagi perajin miniatur kapal. Salah satunya dirasakan Jemy, perajin miniatur kapal tradisional yang tinggal di Lingkungan Kedungkwali Gang VIII Kelurahan Miji, Kecamatan Prajuritkulon, Mojokerto.

Pasalnya omzet kerajinan berbahan dasar kayu itu mengalami peningkatan hingga 10 persen, dibanding hari biasa. ”Lumayan dibanding hari biasa tahun baru kali ini order saya meningkat 10 persen,” ujar Jemy di sela-sela menyelesaikan pekerjaannya. Peningkatan omzet yang didapatnya, otomatis mendongkrak pendapatan Jemy yang sudah menjalani usahanya sejak tahun 1996 lalu.

Menurutnya, meningkatnya omzet tersebut disebabkan volume permintaan dari beberapa daerah yang memiliki kawasan wisata lebih banyak dari sebelumnya. Semisal, Palembang dan Batam. Bahkan tidak jarang pesanan datang dari Belanda dan Korea. ”Biasanya untuk oleh-oleh wisatawan yang berlibur. Kalau biasanya hanya 100 buah kini bisa mencapai 125 buah kapal,” urainya. (more…)

tikar_pandan5.jpgNasib perajin tikar dari daun pandan, atau samak pandan kini kian merana. Perajin ini kalah bersaing dengan tikar-tikar yang dibuat dari bahan plastik atau karpet. Tapi, mereka terus berjuang mempertahankan usaha itu, karena merupakan satu-satunya pekerjaaan yang mampu menafkahi keluarga.

Pak Samiran, asal Desa Meri, Mojokerto (71 tahun) duduk membelakangi gulungan tikar pandan berbagai ukuran yang terpajang didepan tokonya. Sebetulnya bukanlah toko modern pada umumnya, tapi bangunan semi permanen yang tepatnya disebut lapak, berdiri memakan trotoar, di Jalan Achmad Dahlan, Mojokerto kota. Pak Samiran sudah berjualan tikar pandan ini semenjak tahun 1963. (more…)

Butuh Ketelatenan, Menyetel Nada Mengandalkan Perasaan

Keberadaan pembuat gamelan atau tukang laras tak banyak ditemui di Mojokerto. Selain keberadaannya yang sedikit, juga karena keahlian tersebut tidak mudah dipelajari semua orang. Salah satu tukang laras yang bisa ditemui di Mojokerto adalah Samiaji.

DI depan rumahnya di Sawo Kecamatan Jetis Kabupaten Mojokerto, Samiaji sedang asyik dengan aktivitasnya. Kedua tangannya terlihat sibuk memperbaiki bonang. Tangan kiri memegangi bonang dan tangan kanan terus mengayunkan palu ke arah bonang. (more…)

Usia 78 Tahun Masih Ikuti Tanggapan Keliling Naik Truk

Tidak ada pendidikan khusus untuk menjadi pemain ludruk. Semangat serta keinginan yang kuatlah yang membuat Karsudin, 78 tahun, yang lebih akrab dengan nama panggung Mbok Karsinah itu, sampai sekarang masih menerima job tanggapan keliling. Istimewanya, dia merupakan pemain yang multi talenta. (more…)

Dipasarkan ke Bali dan Prancis, Raup Penghasilan Rp 5 Juta Per Bulan

Sebagai salah satu daerah yang memiliki keterkaitan historis dengan Kerajaan Mojopahit, kawasan Trowulan memang memiliki potensi tersendiri. Tidak hanya potensi di bidang wisata, Trowulan juga memiliki potensi di bidang kerajinan tangan. Salah satunya kerajinan pembuat patung. Patung-patung hasil kerajinan perajin Trowulan itu terdengar hingga mancanegara. (more…)

Ada yang Seharga Rp 25 Juta, Pernah Nekat ke Malaysia Berburu Satu Keris

Banyak cara untuk menyalurkan hobi. Terutama hobi tersebut bersentuhan langsung dengan profesi yang digelutinya. Seperti yang dilakukan oleh Gus Im. Demi memuaskan hobi sebagai kolektor benda pusaka, dia rela merogoh kocek hingga jutaan rupiah. Bahkan mancanegara pernah dijangkaunya untuk mendapatkan satu keris.

Suasana agak ”mistis” sangat terasa ketika memasuki gerbang padepokan milik Imam Nabilah, 40, nama asli Gus Im. Di depan padepokan, terdapat relief bergambar wali songo berkumpul di bagian kanan pintu gerbang. Bagian kiri gerbang terdapat relief tulisan ayat-ayat Alquran. (more…)

Sudah Rasakan Honor Pentas Tiga Kali, tapi Kesengsem Jadi Penari

Layaknya para dalang profesional, Ki Wisnu, bocah yang masih berusia 11 tahun itu sudah berhasil membuat para penonton terhibur. Meski dua tangannya berukuran kecil, namun dia terlihat lekoh (lincah) memainkan tokoh pewayangan.

Suaranya seakan menghipnotis siapapun yang mendengar, saat dia tampil menjadi dalang kecil. Hal itu terlihat, ketika anak pasangan Setu, 45 dan Sumiani, 40 warga Dusun Losari Desa Sidoharjo Kecamatan Gedeg Mojokerto itu tampil di Dinas Pendidikan Kabupaten Mojokerto. (more…)

Pengarang Perempuan Pertama dalam Kesusastraan Jawa Modern

Bagi penikmat dan pengamat kesusatraan Jawa zaman kemerdekaan, St Iesmaniasita merupakan nama yang sudah tidak asing lagi. Banyak karyanya yang tersebar lewat majalah-majalah berbahasa Jawa, atau lewat kumpulan cerita pendek serta antologinya yang telah diterbitkan. Hasil karyanya berupa sajak (dalam sastra Jawa disebut geguritan atau guritan), cerita pendek (cerita cekak disingkat cekak). (more…)

Peralatan Pinjam, Bahkan Kostum Seragam Belum Punya
Menjelang pilkada, Wali Kota Mojokerto semakin rajin mengunjungi warganya. Biasanya setiap kali datang ke kelurahan, kelompok musik akustik Oyot Mimang menjadi pembukanya. (more…)

Next Page »