Berita


Minta klarifikasi ke Radar Mojokerto ini dibuat atas inisiatif pribadi dengan bertanya langsung ke staf Iklan Mojok, Ibu Diah. Beliau mengakui dan telah minta maaf kepada saya atas hilangnya iklan di Radar Mojokerto, yang ternyata telah terjadi sejak tanggal 9 April 2010 lalu sampai 13 April 2010.

Ibu Diah mengaku kurang menambahkan angka 1 yang seharusnya tertulis 18 April 2010 pada berita acara internal kantor. Padahal secara gamblang telah tertulis dalam kwitansi pelunasan bahwa iklan bakal tayang sampai 18 April 2010. Ibu Diah Radar Mojokerto berjanji menambahkan kuota tayang iklan yang hilang tersebut pada masa akhir 18 April, sehingga masa tayang iklan akan bertambah sampai 23 April 2010.

Oke, saya menerima meski harus rugi potensi pembeli selama 5 hari hilang tersebut. Dan, koreksi buat Radar Mojokerto agar lebih teliti dan siapkan sistem distribusi kerja serta pengawasan yang komprehensip terhadap pelayanan iklan. Sehingga tidak ada lagi cerita kurang tulis ini itu, lupa ini itu. Apakah peristiwa ini seringkali terjadi ? Well i don’t know.

Saya kecewa dengan Radar Mojokerto, Iklan yang saya pesan dan bayar Lunas tidak ditampilkan pada tanggal 11, 12 April 2010. Hal ini bersangkutan dengan profesionalitas secara umum dan komitmen dengan konsumen pengguna Iklan Mojok. Apalagi membawa nama besar Jawa Pos.

Saya cuma cek 2 hari tersebut, entah hari-hari sebelumnya dan masa kontrak mendatang sampai 18 April 2010. Ini adalah jawaban terhadap sepinya penawaran dari masyarakat yang masuk ke HP saya dan istri. Apakah nasib saya juga sama dengan pengingklan yang lain di Mojokerto dan sekitarnya?. Apa maksudnya ? bagaimana dengan kerugian saya ?. Bukan masalah uang di kwitansi, tapi potensi pembeli tanah yang saya iklan kan. Apakah Radar Mojokerto tahu bahwa 2 hari tersebut bakal ada pembeli besar ?.

Dibawah ini adalah bukti kwitansi dan halaman koran Iklan Mojok, yang sssttt, ternyata iklan nya hilang … duit melayang. Hati-hati beriklan di Radar Mojokerto.

Nih korannya, yg berhasil saya scan pada tanggal 12 April 2010. Koran tgl 11 ada di rumah.

Musyawarah Daerah (Musda) Dewan Pimpinan Daerah Partai Golongan Karya Kabupaten Mojokerto yang digelar mulai Rabu malam kemarin berjalan panas. Ancaman dan teror mewarnai Musda. Bahkan sempat terjadi insiden pengeroyokkan terhadap pengawal salah seorang peserta.

Kepala Satuan Reserse Kriminal Kepolisian Resor Mojokerto Syamsul Makali ketika ditemui wartawan di lokasi Musda, Kamis sore (7/1) mengatakan, aparat kepolisian diperkuat untuk mengamankan jalannya Musda setelah menerima laporan terjadinya ketegangan. Ketika Musda dibuka pun sudah diwarnai aksi banting kursi dan gebrak meja oleh peserta.

Perhelatan untuk memilih ketua dan pengurus DPD Golkar Kabupaten Mojokerto yang berlangsung di Hotel Royal, Kecamatan Trawas, itu berjalan alot. Sikap emosional beberapa peserta susah dikendalikan. Musda pun akhirnya deadlock karena tidak dicapai kesepakatan tentang hasil Musda. (more…)

UANG, seks, dan kekuasaan bagikan three in one. Wangi, menggairahkan, dan mengabulkan banyak impian. Ketiga unsur itu bisa bersekutu, dan publik pun gempar, seperti pernah dilukiskan oleh Richard J. Foster dalam buku berjudul “Uang, Seks, dan Kekuasaan” (1995).

Uang bisa mempengaruhi kebijakan sebuah partai politik dan sikap anggota parlemen. Dapat meraih posisi penting di pentas birokrasi. Sebaliknya, seks bisa meraup uang, dan menjadi senjata untuk menjatuhkan dan menaikkan  seseorang.

Uang dan seks pun bisa meraih kekuasaan. Adapun kekuasaan memungkinkan mengumpulkan uang dan memesan seks semudah menatap langit. Makanya ada istilah power tend to corrupt, saudara sepupu dengan abused of power.

Istilah “tiga ta” bangkit lagi, yakni takhta, harta dan wanita. Dalam berbagai kasus besar, unsur Tiga Ta itu telah terpenuhi. Pernah dua anggota DPR dari dua partai terbesar dengan kursi terbanyak di parlemen tersandung Tiga Ta itu. Sebagai wakil rakyat, ia punya gaji dan berbagai fasilitas dan tunjangan lumayan. (more…)

Pasangan bacabup-bacawabup, Suwandi dan Wahyudi Iswanto memantapkan langkahnya maju ke bursa Pilbup 2010. Hal itu setelah pasangan incumbent tersebut mengantongi rekomendasi DPP PDIP. Rekomendasi bernomor: 3027/IN/DPP/XI/2009 itu diserahkan langsung oleh DPD.

Turunnya rekom pengurus tertinggi PDIP itu sekaligus memperjelas pencalonan keduanya yang sempat menimbulkan pertanyaan di internal partai maupun masyarakat. Tak tanggung-tanggung, dalam rekom tertanggal 13 November 2009 ditandatangani Ketua DPP PDIP Cahyo Kumolo dan Sekjen Pramono Anung W. tersebut langsung berpasangan. Suwandi sebagai cabup dan Wahyudi Iswanto, cawabup. ”Dengan sudah adanya rekom DPP ini, soal pasangan cabup-cawabup sudah tidak terjadi spekulasi politik, baik internal maupun di publik,” kata Ketua DPC PDIP Kabupaten Mojokerto, Wahyudi Iswanto kemarin. (more…)

Gus Dim memastikan diri maju sebagai calon Bupati Mojokerto 2010 Gandeng Damianto. Ketua MUI Kabupaten Mojokerto tersebut menunjukkan keseriusannya saat deklarasi di gedung Korpri Jabon kecamatan Mojoanyar (7/11/09). Seorang yang mempunyai nama lengkap KH Ahmad Dimyati Rosyid tersebut bakal maju ke bursa Pilbup 2010 menggandeng Damianto, pengusaha asal Kecamatan Ngoro Kabupaten Mojokerto sebagai cawabup.

Sebagaimana dikutip dari jawapos, Gus Dim dalam deklarasinya menyatakan “Demi perubahan Kabupaten Mojokerto yang lebih baik, kami akan maju berpasangan dengan Mas Dam (panggilan akrab Damianto),”

Gus Dim dan Damianto optimistis bisa maju pada pilkada nanti. Hal itu setelah mendapat dukungan dari berbagai pihak. Selain dari parpol Gerinda, PKNU, dan Hanura, dukungan juga mengalir dari Ormas, organisasi kepemudaan dan elemen masyarakat lainnya. (more…)

Menarik untuk disimak iklim demokrasi di kabupaten Mojokerto tentang pemilihan Bupati Mojokerto yang notabene akan berlangsung di tahun 2010 nanti. Tapi gerak-gerik aksi ’salip-menyalip’ waktu kampanye sudah menghiasi ruang pandang mata antara Mustofa dengan M-Center nya, Bupati Suwandi dan ulama Gus Dim.

Yang saya tahu, para bakal kontestan itu berlaku seperti para selebritis-selebritis di Jakarta sana. Sejauh mata memandang menyisiri jalanan kota Mojokerto, kadangkala bertemu dengan mereka bertengger manis murah senyum di kaca belakang mobil. Mungkin ongkos printing sekarang murah, sehingga tidak ada beban untuk produksi media-media kampanye sebelum waktunya.

Disamping menunjukkan wajah ‘ramah’ nya, para bakal calon itu selalu memberikan himbauan/ajakan positif bagi orang yang kebetulan membacanya. Bagus sih, cuman apakah itu relevan jika pesan positif yang seharusnya menjadi program kerja/kewajiban pemerintah itu dipublikasikan berdampingan dengan wajah-wajah bupati & wakil bupati yang masih aktif menjabat ?. Ketika 2010 adalah masa Pilkada Mojokerto, pesan dari incumbent tersebut berpotensi menarik banyak kesan, antara menjalankan program pemerintah atau berkampanye (terselubung dlm aktivitas pemerintahan) memperkenalkan diri ke masyarakat. Belum lagi jika kita mempertanyakan mengenai dana publikasi tersebut. Apakah dari kocek pribadi para  incumbent itu atau dr APBD ? Nah lo. Jawab saya ya mei be yes or mei be no. Rakyat (saya) dibuat bingung. (more…)

BERIKAN KEPADA ORANG LAIN MESKIPUN KECIL SELAMAT SIANG………TERIMAKASIH……..SILAHKAN PAK !!!

Untaian kalimat yang tiada henti keluar dari petugas jaga sebuah bank besar di kotaku mengiringi setiap nasabah yang masuk dan keluar dari bank tersebut , sambil menanti antrian nasabah yang mengular cukup panjang dengan penuh rasa ingin tahu kuamati detik perdetik menit permenit bahkan jam perjam tiada henti petugas jaga tersebut bergantian dengan rekannya mengucapkan salam simpatik diiringi senyuman kepada setiap nasabah yang melewati pintu masuk keluar bank tersebut tanpa melihat nasabah tersebut berpakaian rapi, biasa, bahkan kumal tanpa sandal (mungkin suruhan majikannya supaya agak tersamar bila membawa uang yang cukup banyak) (more…)

Mojokerto, Kompas - Situs Majapahit di Trowulan, Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur, sengaja dirusak pemerintah. Di bekas ibu kota Kerajaan Majapahit peninggalan abad ke-13 hingga ke-15 tersebut sedang dibangun Trowulan Information Center atau Pusat Informasi Majapahit seluas 2.190 meter persegi.Peletakan batu pertama dilakukan Menteri Kebudayaan dan Pariwisata Jero Wacik, 3 November lalu. Meski dalam perjalanannya ditemukan sejumlah peninggalan bersejarah, seperti dinding sumur kuno, gerabah, dan pelataran rumah kuno, hal itu tak dihiraukan. Tanah terus digali dan benda bersejarah itu dijebol untuk pembangunan sekitar 50 tiang pancang beton Pusat Informasi Majapahit (PIM).

Berdasarkan pantauan pada Minggu (4/1), di beberapa titik, fondasi dari campuran batu kali dan semen telah berdiri di parit-parit galian di situs bersejarah itu. Fondasi tiang beton juga sudah berdiri di beberapa titik. Di sekitarnya, batu bata kuno berukuran besar dan berwarna kehitaman peninggalan zaman Majapahit dibiarkan berserakan. (more…)

GELOMBANG PASANG DERAP LANGKAH
HIMPUNAN BUDAYAWAN MOJOKERTO

Selamat berjuang terus Pameran bersama untuk HBM Kabupaten dan Kota Mojokerto.
Salam Budaya ‘tuk Rekan semuanya,

Bukannya sebuah ungkapan ingin mendapat pengakuan semata akan tetapi sebuah kumpulan hasrat bersama sebagai misi dan fisi HBM Kabupaten dan Kota Mojokerto yang dituangkan dalam bentuk Nostalgik menggelar Karya Lukisan Bersama.

Difinisi produktiv disiplin karya, sekalipun kebanyakan teman-teman mengkondisikan karyanya hanya beberapa gelintir lembar kanfvas yang mungkin masih tertatih-tatih mewujudkan dengan skala kwantitas hal itu adalah merupakan eksplorasi mencari bobot yang lebih mapan .

Akan tetapi perlulah disadari Disiplin karya yang komunikatif adalah karya yang menyentuh , bukan sekedar tuntutan pasar yang sesederhana menarik banyak orang dan pengunjung dan yang terjual laku sebagai takarannya.

Sebuah Pameran karya Yang lebih penting membangun gelombang Apresias semakin semarak kecintaan terhadap karya yang punya stamina kwalitas.

Mudah-mudahan perkembangan Seni Lukis di Kabupaten dan Kota Mojokerto tidak salah menggelinding pada jalur yang menyimpang dari pemahaman karya yang benuansa Akademika yang sebenar-benarnya. Memang kita tidak bisa memungkiri lakunya karya adalah kebanggaan seorang pelukis serta menjadi tuntutan untuk hidup dan berkembang terus karyanya.

Tetapi perlu disadari semakin karya berkwalitas semakin tak ternilai harga dan memenuhi pasar yang sesungguhnya, tugas Komunitas Seniman harus di perketat mengajak Masyarakat memahami Apresiasi terhadap karya yang bermutu, tidak sekedar memenuhi Kwantitas semata.
Seniman Lukis tidak bisa memaksakan kehendak yang pada hakekatnya petualangan Pameran baik banyak pengunjung ataupun tidak, disukai ataupu tidak disukai , laku terjual ataupun tidak, yang jelas tugas berkesenian haruslah selalu berupaya memperbaiki kwlitas karya.
Marilah kawan, kita galang gairah bersama kembali ‘tuk memacu buah karya kita.
Salam selamat berkumpul kembali bersama,
Yusach NH
Pematung dan Pelukis Mojokerto.
yusach07_art@yahoo.co.id

Next Page »