Wed 3 Sep 2008
Cara Unik Perjodohan Jack Efendi-Sarah Serena Cyber Sastra
Diposting oleh: Penunggu Mojokerto.Info Kategori: UnikSaling Berkirim Puisi Cinta, Maharnya Kumpulan Puisi
Berbicara mengenai konsep jodoh, tak ada yang bisa merumuskannya secara umum. Banyak orang yang menemukan jodoh mereka lewat jalan yang kadang tak bisa dilogikakan. Dari jalan bersapa via internet, dua sejoli Jack Efendi warga dusun Jatiombo Desa Centong Kecamatan Gondang Kabupaten Mojokerto berjodoh dengan Sarah Serena warga Bogor.
Jack Efendi alias Ponadi Efendi Santoso ini dikenal sebagai penyair cyber Mojokerto. Pada 09 April 2008 lalu ia mengikat janji suci dengan seorang penyair yang berprofesi jadi pengacara di Jakarta, Sarah Serena. Namun jangan dikira pertemuan mereka dilakukan lewat kopi darat. Melainkan pertemuan mereka ketika sama-sama asyik di dunia cyber atau dunia maya melalui teknologi internet.
Tak disangka tak dinyana, kesukaan mereka terhadap dunia cyber sastra telah melekatkan hati mereka berdua. Mereka saling bertukar puisi cinta, sebagai ungkapan perasaan mereka berdua. Meski jarak memisahkan mereka, bukanlah hambatan bagi mereka untuk membangun piramida cinta dalam hati mereka. ”Namanya juga jodoh, pintunya kan bermacam-macam,” kilah Sarah tersenyum.
Sarah Serena, seorang pengacara lulusan Universitas Indonesia, yang sudah sering menangani kasus, perburuhan, pidana, masalah TKW dan gabung dengan Forum Solidaritas Perempuan ini lebih banyak mencari informasi didunia milis.
Ia lahir dari Pasangan Kamal Mahruzar sepupu dari Sutan Shahrir dari Padang dan Erya yang merupakan keturunan ulama besar dari Arab Maluku. Darah seninya mengalir kepadanya dari seorang politikus di era Bung Karno, yaitu Perdana Menteri Pertama Sutan Syahrir.
Sementara Ponadi Efendi Santoso, penyair milis yang sudah bergabung di beberapa milis. Di antaranya adalah Sarikata@yahoogroups.com sastra_pembebasan@yahoogroups.com, puitika@yahoogroups.com, puisiindonesia@yahoogroups.com.
Pria yang lahir Februari 26 tahun silam ini tak memiliki darah seni sama sekali. Kedua orangtuanya buta huruf. Maka dari seringnya Jack Efendi mengirim karya-karya puisinya ke beberapa milis, membuat dirinya selalu kebanjiran komentar dari beberapa para anggota milis. ”Ada komentar yang kadang positif, hinaan, cemoohan, celaan atau bahkan hujatan,” katanya. Namun itu semua tak membuatnya kecil hati.
Pada 9 April 2008 lalu, Bumi Bogor menjadi saksi bisu dari ikrarnya Jack Efendi dan Sarah Serena. Hal ini dibuktikan dengan keluarnya dua buah buku nikah dan penyerahan Mahar yang berupa kumpulan puisi Jack Efendi untuk istrinya Sarah Serena.
Lalu apakah setelah menikah, keduanya berhenti dari penyair? Tidak! Bahkan pasangan suami istri ini terlibat dalam kepanitiaan di Pesta Penyair Nusantara 2008 bertaraf ASEAN yang diadakan di Kediri Jawa Timur 26 Juni- 2 Juli lalu. Si suami menjadi sekretaris dan istrinya termasuk panitia ad hoc bersama Ahmadun Yosi Herfanda.
Dari Pesta Penyair Nusantara 2008 itulah Jack dan Sarah sering berinteraksi dengan para penyair-penyair dari luar komunitas milis, termasuk dari Mojokerto sendiri antara lain Saiful Bakri, Khamim Kohari, Suyitno Ethexs, Fachrudin Nasrulloh, Jabbar Abdullah, Suliadi, Jito, Fatoni. Selain dari Mojokerto sendiri, ada beberapa penyair yang sudah mengenal mereka berdua, Murdok dari Riau, Iwan dari Koran Riau Mandiri, Dinullah Rayes dari NTB, Syarif dari Jakarta, Petrus, D. Zawawi Imron dari Madura dan Apito Lahire dari Tegal.
Pada saat Rapat Penentuan Pesta Penyair 2008 di Kediri, rapat pleno memutuskan pesta penyair Nusantara selanjutnya yang akan digelar di Malaysia, 2009 nanti. Di mana salah satunya Sarah Serena, menjadi panitia ad hoc.
Keduanya kini berdomisili di kawasan Desa Agrobisnis Tape Ketan Ireng dan Pusat Kerajinan Anyaman Bambu yaitu di Dusun Jatiombo Desa Centong Kecamatan Gondang Kabupaten Mojokerto.
Di rumahnya tersebut pasangan suami istri ini disamping membuka jasa bantuan hukum juga mendirikan taman bacaan bagi anak-anak yang kurang mampu yang berada di Dusun Jatiombo. Bahkan Taman Bacaan ini sempat menerima sumbangan puluhan buku dari Eko Edy Susanto pimpinan Ludruk Karya Budaya dari Mojokerto.
Dilihat dari latar belakang keduanya, baik Sarah ataupun Jack, mempunyai kesamaan yaitu sama-sama berlatar pendidikan hukum. Maka tak heran jika mereka berdua sudah terlibat cek cok, maka berbagai argumen sampai pasal-pasalpun mereka lontarkan untuk saling menjaga argument masing-masing. Ujung-ujungnya, bila pada saat pasutri ini tidak menemukan jalan keluar, maka mereka pun membuka kembali puisi mahar. Dari situlah mereka berdua bisa sejalan lagi.
Selain terlibat di Komunitas Pondok Kopi dan Forasamo, kedua pasangan penyair yang berprofesi sebagai advokat ini saat ini sedang menangani kasus kontrak pemain sepak bola Persem dan juga menangani beberapa kasus perceraian baik di pengadilan agama Mojokerto maupun pengadilan negei Surabaya. Kesibukan mereka dalam profesinya, justru melahirkan berbagai macam karya puisi yang terinspirasi dari kasus-kasus yang mereka tangani.
”Tak jarang banyak orang yang iri melihat keharmonisan kami berdua,” kata Sarah.
Orang-orang sering menanyakan, kapan bulan madu mereka selesai, kata Sarah. Karena ke mana-mana selalu berdua. Bahkan keharmonisan mereka berdua tampak jelas ketika ada acara Pasar Sastra Jawa Timur di Taman Budaya Jawa Timur, beberapa waktu yang lalu. Di mana sang isteri membacakan dua buah dari kumpulan puisi mahar kawin yang diberikan oleh Jack Efendi pada saat pernikahan dulu. Ada yang mau mengikuti jejak mereka? (yr)
Reporter : KHOIRUL INAYAH, Mojokerto (Radar Mojokerto - Jawa Pos Group)







September 3rd, 2008 at 10:33 am
Duh, romantis dengan cara lain. Saya suka dengan jalan cerita kalian. Istri yang soleha dan suami yang saya yakin bijak. Amin. Salam kenal Jack Efendi dan Sarah Serena.
September 23rd, 2008 at 5:50 pm
Rahasia Illahi siapapun dan dimanapun adanya jodohmu bila sudah menjadi taqdir maka bersatulah mereka, duh…. romantis benar mereka bila saling bermesraan pasti akan saling mendedangkan puisi yang puitis akan tetapi kalau beselisih pasti seperti debat CAPRESS
November 28th, 2008 at 3:26 am
Katakan cinta dengan puisi