Bisa Pilih yang Religi, Alam atau Budaya
LIBURAN Lebaran menjadi alasan kuat tempat-tempat dikunjungi banyak orang. Selain karena hari libur, momen Lebaran menjadi saat yang indah untuk berekreasi yang menyertakan anggota keluarga. Nah, mumpung belum Lebaran, atau sebentar lagi Lebaran, di sini ada beberapa alternatif tempat berwisata bersama keluarga di sekitar Mojokerto.

Setidaknya, ada tiga pilihan berwisata di Mojokerto. Yaitu wisata religius, wisata alam dan wisata budaya. Biasanya, untuk momen libur Lebaran, wisata alam yang paling banyak diminati pengunjung. Kemudian wisata budaya dan wisata religi. Wisata alam dapat dijumpai di Pacet dan Trawas. Wisata religi dan budaya di Trowulan.

Kita mulai wisata alam. Di Mojokero, ada beberapa tempat yang layak dikunjungi. Semuanya berpusat di Kecamatan Pacet dan Trawas. Di Kecamatan Pacet, Anda bisa mengunjungi kawasan wisata buatan Ubalan, Padusan atau yang lebih dikenal masyarakat Mojokerto dengan istilah Banyu Panas, Air Terjun Coban Canggu. Tiga tempat wisata ini lokasinya hampir berdekatan. Sehingga, Anda bisa mengunjunginya dalam sekali jalan.

Rute yang paling pas, kali pertama Anda bisa mengujungi Air Panas Padusan Pacet. Di kawasan wisata yang dikelola bareng antara Pemkab Mojokerto dan KPH Perhutani Pasuruan ini, Anda bisa menikmati keindahan suasana pegunungan. Di tempat ini, yang istimewa adalah, tempat pemandian air panasnya. Konon, selain nikmat karena di tengah suasana pegunungan yang dingin, tetapi kita bisa menikmati mandi dengan air hangat, air di lokasi ini mengandung mineral yang bisa menyembuhkan sakit kulit.

Di lokasi ini, setelah capai berenang, Anda dan keluarga bisa menimati keindahan hutan pinus yang berdiri kokoh menjuntai puluhan meter. Sambil sesekali menikmati jagung bakar serta aneka makanan yang dijual pedagang di lokasi ini. Anda pun bisa berbelanja oleh-oleh, seperti apel, delima, ketela Pacet, petai China, tomat buah dan lainnya.

Nah, dari wisata Air Panas Padusan ini, sekitar 500 meter dari pintu keluar, Anda bisa belok ke kanan, menuju Air Terjun Coban Canggu. Di tempat ini, Anda harus memiliki tenaga ekstra. Sebab, untuk mencapai air terjun yang memiliki ketinggian sekitar 100 meter ini, Anda harus menuruni anak tangga-anak tangga yang jumlahnya puluhan. Tidak hanya itu, jalan menuju air terjun ini tidaklah mulus. Tetapi, penuh kelok dan harus melewati jalan setapak-setapak, serta menyeberangi beberapa aliran air. Sehingga, tidak disarankan untuk mengajak anak di bawah 5 tahun. Kalau mau sih tidak apa-apa, selama siap dimintai gendong, karena sulitnya medan dilewati anak-anak.

Namun, kelelahan akibat perjalanan yang hampir 0,5 km tersebut akan terobati sesampainya di lokasi Air Terjun Coban Canggu. Gemuruh air yang turun dan puncak ketinggian, membuat serbuk-serbuk air beterbangan tertiup angin. Dan apabila mengenai tubuh kita, wah terasa segarnya. Belum lagi kalau kita mau mandi dan berbasah-basah di bawah air terjun ini. Bahkan, konon ada masyarakat yang percaya bahwa air terjun Coban Canggu ini menjadikan kita awet muda dengan cara kita mau membasuh muka dengan air ini.

Tidak hanya keasrian air terjun yang membuat kita terpana. Di lokasi ini, Anda dapat menyaksikan beberapa satwa yang tidak disaksikan di wisata lain. Seperti monyet-monyet yang bergelantungan antara dahan yang satu dengan dahan yang lain. Sesekali kita juga mendengar kokok ayam hutan yang khas itu.

Oh ya, kedua tempat wisata yang disebutkan di atas tadi masuk wilayah Desa Padusan, Kecamatan Pacet. Di sebut Padusan, karena ada tempat adus alias mandi. Karena dipakai untuk mandi inilah akhirnya desa ini disebut Padusan.

Dari Coban Canggu, Anda bisa kembali lagi ke arah Kecamatan Pacet. Jalan yang dilalui arah pulang ini melewati satu lagi tempat wisata buatan. Yaitu Wisata Ubalan. Lokasi ini pas untuk bersantai bersama keluarga, apalagi bila Anda membawa anak-anak kecil. Di lokasi ini beragam permainan untuk anak-anak tersedia. Bahkan, di pintu masuknya sudah disambut beberapa patung badut dan taman-taman bermain khas anak-anak.

Anda bisa mengajak anak-anak naik perahu angsa, bandulan, atau melihat pertunjukan di panggung. Selama Lebaran, biasanya pengelola menyediakan aneka hiburan di panggung, seperti tandak bedes, sulap, dangdut dan musik lain-lainnya. Selain itu, Anda bisa berenang sepuasnya, seperti di Padusan tadi, Di sini juga ada kolam untuk anak-anak yang kedalamannya hanya sekitar 60 cm. Sehingga, putra-putri Anda bisa berenang sepuasnya.

Keluar dari kawasan Ubalan ini, Anda bisa berbelanja aneka cenderamata dan buah-buahan. Bahkan, yang dijual di tempat ini lebih lengkap dibandingkan dengan penjual di Air Panas Padusan ini. Misalnya, ada penjual alat-alat rumah tangga, contohnya cobek batu dan uleg-uleg-nya, serta alat-alat dapur lain.

Satu lagi yang istimewa di wisata alam Pacet ini. Yaitu adanya penjual makanan badeg. Yakni, makanan tape ketan hitam yang dimakan dengan lupis (lontong ketan). Makanan ini berkhasiat bisa mengusir hawa dingin. Dan, ini satu-satunya ada di Pacet.

Selain di Pacet, wisata alam yang dapat Anda kunjungi adalah Kecamatan Trawas. Di kecamatan ini ada dua wisata alam yang patut dikunjungi. Yaitu Air Terjun Dlundung dan Patirtaan Jolotundo. Dua tempat ini sayangnya kurang terawat. Sehingga, pengunjungnya tidak sebanyak di wisata Pacet.

Patirtaan Jolotundo selain dapat dianggap sebagai tempat wisata alam, juga dapat dikategorikan sebagai tempat wisata religi dan budaya. Wisata religi, karena tempat ini kerap dikunjungi penganut agama Hindu-Budha. Diyakini air yang mengalir dari patirtaan ini memiliki khasiat dan kemurnian tertentu. Selain itu, lokasi ini merupakan peninggalan Raja Airlangga. Menjadi tempat bertapanya raja ini.

Hal ini diakui Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Mojokerto Affandi Abdul Hadi.

“Tempat-tempat itu memang sangat berpotensi dikembangkan menjadi lokasi wisata yang bagus. Namun, memang ada skala prioritas yang harus diperhatikan,” kata Affandi Abdul Hadi.

Sumber : Radar Mojokerto (Jawa Pos)