Thu 22 May 2008
Achmady Concern Usaha Mikro Kecil dan Menengah
Diposting oleh: Penunggu Mojokerto.Info Kategori: AchmadyDebat cagub Jatim yang diselenggarakan oleh PWI Jatim hanya dihadiri oleh dua calon saja yakni Achmady dan Khofifah Indar Parawansa.
Dalam debat bertema Membedah Visi Ekonomi Kerakyatan Cagub Jatim, Janji Manis atau Program Konkret itu, Achmady lebih banyak memaparkan tentang pemberdayaan UMKM (Usaha Mikro Kecil dan Menengah). Sebab, sampai saat ini masih menjadi kendala untuk mendapatkan kredit.
“Saya sudah 7,5 tahun berkecimpung di pemerintahan. Sejak awal, kendala di perekonomian kerakyatan adalah susahnya mendapat bantuan permodalan,” kata Achmady di Gedung Indosat Jalan Kayoon Surabaya, Kamis (22/5/2008).
Lebih lanjut Achmady menjelaskan, jika masalah perizinan dan pemasaran juga menjadi permasalahan yang krusial. Namun dia berjanji akan memperhatikan masalah itu, apabila terpilih nanti.
Selain itu, Achmady juga mengupas masalah pertanian. Sebab menurutnya, meski Jatim merupakan lumbung pangan Indonesia, namun kondisi perekonomian petani masih di bawah garis kemiskinan.
“Petani selama ini tidak bisa menikmati hasilnya secara langsung. Karena itu, saya mencoba ke depan, bagaimana caranya agar petani bisa merasakan hasilnya dengan baik. Sehingga kehidupannya bisa lebih baik,” terangnya.
Achmady juga menjelaskan, sebenarnya banyak potensi yang bisa dioptimalkan, seperti sektor kelautan dan pariwisata. Apalagi, APBD Jatim 2006 sangat besar, sekitar Rp 4,7 triliun.
“Dengan APBD sebesar itu, saya yakin mampu menangkat perekonomian Jatim,” janjinya.
Sementara Khofifah lebih memilih ingin memperbaiki Indeks Pembangunan Manusia (IPM) yang dinilai sangat rendah. Apalagi IPM Jatim berada di urutan ke-23 se- Indonesia.
“Inikan aneh, SDM dan SDA-nya bagus, tapi tingkat perekonomiannya rendah. Ini pasti ada ketimpangan,” katanya.
Ketimpangan itu seperti yang terjadi di bagian Utara dan Selatan Jatim. Di bagian Selatan, banyak rakyat yang berada di bawah garis kemiskinan, sementara di bagian utara relatif lebih stabil.
Khofifah juga sempat menyindir rencana pembangunan Pasar Induk Agrobisnis (PIA) yang saat ini proses pembangunannya mandek. Padahal, pasar induk itu sangat dibutuhkan keberadaannya.
“Di sini perlu pasar induk. Saya dengar memang dibangun, meski sekarang sedang bermasalah,” ujarnya.
Sementara itu, Soekarwo dan Ali Machsan pada acara tersebut datang belakangan, mereka baru datang sekitar pukul 13.00 WIB. [eda/kun]
Sumber : Ida Akbar, beritajatim.com




