Nama Bupati Mojokerto Achmady muncul sebagai calon kuat di antara tiga nama lainnya dalam penjaringan bacagub Jatim Partai Kebangkitan Bangsa.
Hal ini disampaikan Ketua DPC PKB Kab Mojokerto Ahmad Baidlowi usai menghadiri rapat pleno bersama DPP PKB di Jakarta, Kamis (20/9).

“Pengakuan resmi memang sudah disampaikan Ketua Umum Dewan Syuro DPP PKB KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) dalam rapat pleno itu. Tapi, sementara ini kami belum bisa menyebarluaskan dulu mengingat SK belum turun,” sambung Baidlowi, Senin (24/9).
Menurut Baidlowi, dukungan resmi Gus Dur terhadap Achmady sewaktu-waktu juga dapat dianulir. “SK-nya kan belum dibuat secara resmi, tidak menutup kemungkinan para pendukung Achmady bisa berubah pikiran atau punya asumsi lain,” imbuhnya.
Dalam dua hari ini, lanjutnya, SK akan dibuat. “Nanti kami akan buat pengakuan secara resmi,” ungkapnya.

Sebelum dukungan resmi Achmady disampaikan Gus Dur, sekitar 20 (dari 33) DPC PKB Jatim telah menyatakan dukungan. Calon kuat lainnya selain Achmady adalah Djoko Subroto, mantan Pangdam V Brawijaya. “Dua orang itu visi dan misinya paling bagus,” timpalnya.
Dua nama lain yang dicalonkan PKB sebagai bacagub 2008 adalah Haris Sudarno, juga mantan Pangdam V Brawijaya, dan Pengamat LIPI Hermawan Sulistiyo.

“Hasil muskit kemarin adalah evaluasi terakhir di tingkat wilayah (DPW PKB) yang nantinya akan kami serahkan pada pusat (DPP PKB) dan yang merekomendasi adalah pusat,” timpalnya.
Pengajuan nama bacagub ke DPP PKB tetap empat nama, bukan dua nama yang dianggap calon kuat. Achmady merupakan satu-satunya bacagub kader asli Nahdlatul Ulama (NU). Dihubungi secara terpisah, Ahmady mengatakan bersyukur kalau dirinya didukung penuh sebagai bacagub pada Pilgub Jatim 2008.

“Saya berterima kasih telah diberi kepercayaan. Tapi, bagaimanapun saya masih harus menunggu keputusan resmi DPP karena mereka yang berwenang. Bukan berarti saya mengabaikan dukungan partai, tapi saya tidak mau ndhisiki kerso,” yakin Achmady.

Sumber : Koran Surya