November 2009


Pasangan bacabup-bacawabup, Suwandi dan Wahyudi Iswanto memantapkan langkahnya maju ke bursa Pilbup 2010. Hal itu setelah pasangan incumbent tersebut mengantongi rekomendasi DPP PDIP. Rekomendasi bernomor: 3027/IN/DPP/XI/2009 itu diserahkan langsung oleh DPD.

Turunnya rekom pengurus tertinggi PDIP itu sekaligus memperjelas pencalonan keduanya yang sempat menimbulkan pertanyaan di internal partai maupun masyarakat. Tak tanggung-tanggung, dalam rekom tertanggal 13 November 2009 ditandatangani Ketua DPP PDIP Cahyo Kumolo dan Sekjen Pramono Anung W. tersebut langsung berpasangan. Suwandi sebagai cabup dan Wahyudi Iswanto, cawabup. ”Dengan sudah adanya rekom DPP ini, soal pasangan cabup-cawabup sudah tidak terjadi spekulasi politik, baik internal maupun di publik,” kata Ketua DPC PDIP Kabupaten Mojokerto, Wahyudi Iswanto kemarin. (more…)

Gus Dim memastikan diri maju sebagai calon Bupati Mojokerto 2010 Gandeng Damianto. Ketua MUI Kabupaten Mojokerto tersebut menunjukkan keseriusannya saat deklarasi di gedung Korpri Jabon kecamatan Mojoanyar (7/11/09). Seorang yang mempunyai nama lengkap KH Ahmad Dimyati Rosyid tersebut bakal maju ke bursa Pilbup 2010 menggandeng Damianto, pengusaha asal Kecamatan Ngoro Kabupaten Mojokerto sebagai cawabup.

Sebagaimana dikutip dari jawapos, Gus Dim dalam deklarasinya menyatakan “Demi perubahan Kabupaten Mojokerto yang lebih baik, kami akan maju berpasangan dengan Mas Dam (panggilan akrab Damianto),”

Gus Dim dan Damianto optimistis bisa maju pada pilkada nanti. Hal itu setelah mendapat dukungan dari berbagai pihak. Selain dari parpol Gerinda, PKNU, dan Hanura, dukungan juga mengalir dari Ormas, organisasi kepemudaan dan elemen masyarakat lainnya. (more…)

Karya Hiasi Istana Xanana Gusmao, Utang Patung Mbah Surip

Bom Bali I Oktober 2002 lalu, memang telah banyak menelan korban jiwa (202 orang). Dampaknya, selain banyak orang cacat atas kelakuan laknat teroris itu, banyak pula orang kehilangan mata pencaharian. Salah satunya Putut Nugroho. Usahanya gulung tikar usai bom meledak di Legian tahun 2002 itu. Namun dia bisa bangkit dengan usaha baru.

Mentari sudah condong ke barat. Di sore itu koran ini memasuki ”bengkel” kerja Putut Nugroho. Terlihat beberapa anak buahnya lagi mengecat salah satu karyanya berupa Dinosaurus.

”Pak Putut masih di rumah, entar lagi sini. Bapaknya istirahat tadi,” ungkap Agus, salah satu anak buahnya. Beberapa saat Radar Bali menunggu, akhirnya orang yang dicari koran ini datang juga. (more…)