January 2009
Monthly Archive
Thu 22 Jan 2009
Diposting oleh: Penunggu Mojokerto.Info Kategori:
Mojopahitan[3] Comments
Karena Kuno, Diberi Nama Warga Sumur Windu
Setelah ditemukan bangunan kuno menyerupai tembok dan puluhan batu umpak, lesung dan lumpang, di area pembuatan batu-bata Dusun/Desa Klinterejo, Kecamatan Sooko, Kabupaten Mojokerto yang tak terawat, situs lain yang terbengkalai adalah bangunan sumur. Setidaknya di kawasan sumber ekonomi warga setempat terdapat tiga sumur kuno dinamai sumur windu.
Meski lokasinya berpencar namun jika melihat model dan bentuknya banyak kemiripan. Seperti bibir sumur atau batu bata yang sebagai peyangga kedalamalan sumnber air. Bila diamati lokasi sumur tersebut berada di sebelah timur tembok dan dikelilingi oleh batu umpak, lesung dan lumpang yang berserakan. (more…)
Wed 21 Jan 2009
Diposting oleh: Penunggu Mojokerto.Info Kategori:
Sosial1 Comment
Bila kita mengucapkan jejaring sosial, biasanya istilah tersebut sudah populer di internet. Website jejaring sosial adalah tempat berkumpulnya para pengguna internet yang mampu berinteraksi satu sama lain. Gambaran sekilas tentang situs tersebut adalah adanya foto pengguna, profil lengkap (nama, sekolah, asal, hobi, dll), saling berkirim pesan, saling berkomentar, memasang foto-foto pribadi dalam album online.
Kehidupan kita mengalir dari kecil hingga dewasa. Dalam masa-masa tersebut, kita saling berteman satu sama lain, bersama-sama melalui jenjang pendidikan TK, SD, SMP, SMU dan dunia perkuliahan. Terkadang, kita akan menyebar, berpisah dengan teman-teman lama dikarenakan pilihan sekolah yang berbeda atau mengikuti orang tua.
Ketika teman-teman kita tersebut faham akan internet dan mengerti tentang website jejaring sosial, adalah suatu keniscayaan mereka akan nostalgia disana. Semisal teman SMP yang lama tidak bersua, pada saat kita berumur 30tahun ternyata bisa menjumpai dia dalam website tersebut. Dan kembalilah ‘umpatan-umpatan’ lucu itu akan terjadi. Bercerita dan bercengkerama untuk menyambung tali silaturahmi kembali. (more…)
Wed 21 Jan 2009
Diposting oleh: Penunggu Mojokerto.Info Kategori:
MojopahitanNo Comments
Batu Berharga Itu Beralih Fungsi Jadi Penyeberangan
Pengetahuan warga tentang benda cagar budaya peninggalan Kerajaan Majapahit memang cukup minim. Dari mengenal benda dan cara memperlakukan. Manfaat dan cara melestarikan hingga, cara melindungi dan mengamankan. Tidak heran jika di Dusun/Desa Klinterejo, berbagai bentuk dan model situs banyak yang terbengkalai dan tak terawat.
Lihat saja dua batu dengan posisi berdampingan berada di sebuah aliran sungai kecil itu. Ukuranya memiliki lebar 73 sentimeter, tinggi 73 sentimeter dan ketebalan tidak lebih dari 33 sentimeter.
Meski memiliki nilai sejarah dan bernilai tinggi, namun benda keras tak bergerak itu seperti tak berharga. Bahkan letak batu di sungai kecil yang memisahkan antara Desa Panggih, Kecamatan Trowulan dengan Desa Klinterejo, Kecamatan Sooko, sekarang beralih fungsi menjadi tempat pijakan menyeberangan warga sekitar. (more…)
Wed 21 Jan 2009
Diposting oleh: Penunggu Mojokerto.Info Kategori:
MojopahitanNo Comments
Kuta, Bali - Menteri Kebudayaan dan Pariwisata Jero Wacik memastikan proses pembangunan Pusat Informasi Majapahit di kawasan situs Majapahit - Trowulan - Jawa Timur tetap berjalan.Jero Wacik menyatakan sedang mempertimbangkan untuk memindahkan lokasi pembangunan Pusat Informasi Majapahit dari kawasan situs.Pemindahan dilakukan setelah adanya protes dari para arkeolog yang menilai pembangunan pusat informasi tersebut merusak bangunan situs. Jero Wacik mengakui rusaknya beberapa bagian situs, karena kawasan situs sangat luas, sehingga penggalian ditempat tersebut akan dilakukan secara hati-hati. (more…)
Thu 8 Jan 2009
Diposting oleh: yusach Kategori:
Mojopahitan ,
BeritaNo Comments
Mojokerto, Kompas - Situs Majapahit di Trowulan, Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur, sengaja dirusak pemerintah. Di bekas ibu kota Kerajaan Majapahit peninggalan abad ke-13 hingga ke-15 tersebut sedang dibangun Trowulan Information Center atau Pusat Informasi Majapahit seluas 2.190 meter persegi.Peletakan batu pertama dilakukan Menteri Kebudayaan dan Pariwisata Jero Wacik, 3 November lalu. Meski dalam perjalanannya ditemukan sejumlah peninggalan bersejarah, seperti dinding sumur kuno, gerabah, dan pelataran rumah kuno, hal itu tak dihiraukan. Tanah terus digali dan benda bersejarah itu dijebol untuk pembangunan sekitar 50 tiang pancang beton Pusat Informasi Majapahit (PIM).
Berdasarkan pantauan pada Minggu (4/1), di beberapa titik, fondasi dari campuran batu kali dan semen telah berdiri di parit-parit galian di situs bersejarah itu. Fondasi tiang beton juga sudah berdiri di beberapa titik. Di sekitarnya, batu bata kuno berukuran besar dan berwarna kehitaman peninggalan zaman Majapahit dibiarkan berserakan. (more…)
Thu 8 Jan 2009
Diposting oleh: Penunggu Mojokerto.Info Kategori:
Kuliner[2] Comments
Sebetulnya saya sudah tahu keberadaan warung ini sejak lama, tapi baru hari ini baru bisa tanya-tanya dan potret-potret disana. Dari remaja sampai sekarang, keberadaan warung Ketan, Angsle dan Ronde ini masih tetap dan tidak ada perubahan. Lokasinya tetap di utaranya Kuil/Klenteng kota Mojokerto, atau searah dengan Jl. Joko Sambang menghadap ke selatan. Tata letak penyajian tetap pada meja besar yang berisi aneka hidangan makanan basah seperti pisang goreng, tahu goreng, ote-ote, jajan ketan, didih, dan petis. Pengunjung akan duduk memanjang di sekitar meja, sehingga saling berdekatan dan terkesan akrab sekali. Penjualnya siap meladeni permintaan pelanggan maupun obrolan dari pengunjungnya.
Jika Anda disana, bisa mencicipi aneka minuman hangat seperti kopi, teh, es teh, kopi jahe, kopi susu, sedangkan menu andalannya adalah ketan legit bertaburkan kedelai, ada juga Angsle, yaitu hidangan berkuah yang terdiri dari ketan, roti, kacang hijau, nangka yg disajikan hangat. Warung ini cukup sederhana dan kelihatan bernuansa penuh keakraban. (more…)
Thu 8 Jan 2009
Diposting oleh: yusach Kategori:
BeritaNo Comments
GELOMBANG PASANG DERAP LANGKAH
HIMPUNAN BUDAYAWAN MOJOKERTO
Selamat berjuang terus Pameran bersama untuk HBM Kabupaten dan Kota Mojokerto.
Salam Budaya ‘tuk Rekan semuanya,
Bukannya sebuah ungkapan ingin mendapat pengakuan semata akan tetapi sebuah kumpulan hasrat bersama sebagai misi dan fisi HBM Kabupaten dan Kota Mojokerto yang dituangkan dalam bentuk Nostalgik menggelar Karya Lukisan Bersama.
Difinisi produktiv disiplin karya, sekalipun kebanyakan teman-teman mengkondisikan karyanya hanya beberapa gelintir lembar kanfvas yang mungkin masih tertatih-tatih mewujudkan dengan skala kwantitas hal itu adalah merupakan eksplorasi mencari bobot yang lebih mapan .
Akan tetapi perlulah disadari Disiplin karya yang komunikatif adalah karya yang menyentuh , bukan sekedar tuntutan pasar yang sesederhana menarik banyak orang dan pengunjung dan yang terjual laku sebagai takarannya.
Sebuah Pameran karya Yang lebih penting membangun gelombang Apresias semakin semarak kecintaan terhadap karya yang punya stamina kwalitas.
Mudah-mudahan perkembangan Seni Lukis di Kabupaten dan Kota Mojokerto tidak salah menggelinding pada jalur yang menyimpang dari pemahaman karya yang benuansa Akademika yang sebenar-benarnya. Memang kita tidak bisa memungkiri lakunya karya adalah kebanggaan seorang pelukis serta menjadi tuntutan untuk hidup dan berkembang terus karyanya.
Tetapi perlu disadari semakin karya berkwalitas semakin tak ternilai harga dan memenuhi pasar yang sesungguhnya, tugas Komunitas Seniman harus di perketat mengajak Masyarakat memahami Apresiasi terhadap karya yang bermutu, tidak sekedar memenuhi Kwantitas semata.
Seniman Lukis tidak bisa memaksakan kehendak yang pada hakekatnya petualangan Pameran baik banyak pengunjung ataupun tidak, disukai ataupu tidak disukai , laku terjual ataupun tidak, yang jelas tugas berkesenian haruslah selalu berupaya memperbaiki kwlitas karya.
Marilah kawan, kita galang gairah bersama kembali ‘tuk memacu buah karya kita.
Salam selamat berkumpul kembali bersama,
Yusach NH
Pematung dan Pelukis Mojokerto.
yusach07_art@yahoo.co.id
Wed 7 Jan 2009
Diposting oleh: Penunggu Mojokerto.Info Kategori:
SeniNo Comments
Awal tahun 2009 menjadi pertanda baik bagi perajin miniatur kapal. Salah satunya dirasakan Jemy, perajin miniatur kapal tradisional yang tinggal di Lingkungan Kedungkwali Gang VIII Kelurahan Miji, Kecamatan Prajuritkulon, Mojokerto.
Pasalnya omzet kerajinan berbahan dasar kayu itu mengalami peningkatan hingga 10 persen, dibanding hari biasa. ”Lumayan dibanding hari biasa tahun baru kali ini order saya meningkat 10 persen,” ujar Jemy di sela-sela menyelesaikan pekerjaannya. Peningkatan omzet yang didapatnya, otomatis mendongkrak pendapatan Jemy yang sudah menjalani usahanya sejak tahun 1996 lalu.
Menurutnya, meningkatnya omzet tersebut disebabkan volume permintaan dari beberapa daerah yang memiliki kawasan wisata lebih banyak dari sebelumnya. Semisal, Palembang dan Batam. Bahkan tidak jarang pesanan datang dari Belanda dan Korea. ”Biasanya untuk oleh-oleh wisatawan yang berlibur. Kalau biasanya hanya 100 buah kini bisa mencapai 125 buah kapal,” urainya. (more…)
Wed 7 Jan 2009
Diposting oleh: Penunggu Mojokerto.Info Kategori:
Mojopahitan1 Comment
Menggugat Kebisuan Intelektual Ilmu Sosial. Oleh Saratri Wilonoyudho
Dugaan perusakan situs Majapahit di Trowulan, Mojokerto, menjadi perhatian utama dalam dua hari terakhir ini. Sebagai orang yang jauh dari lokasi, saya juga tidak tahu pasti soal kebenaran tuduhan itu.
Yang ingin ditegaskan dalam artikel ini adalah pertanyaan singkat mengapa intelektual -terutama dari jurusan sejarah dan arkeologi- dari beberapa universitas yang selama ini begitu garang berdemo untuk urusan politik justru diam jika masalah yang terjadi berkaitan dengan nilai-nilai ilmu pengetahuan yang menjadi fokus kajiannya saat ini? Padahal, situasi perusakan situs Majapahit diberitakan ”mengerikan” .
Kita sering tercenung, mengapa ketika, misalnya, ada isu lemak babi dalam makanan tertentu, demo yang terjadi begitu heroik. Sebaliknya, jika ada kasus pembalakan hutan atau perusakan lingkungan, mereka diam saja. (more…)
Mon 5 Jan 2009
Diposting oleh: Andriyanto Kategori:
BeritaNo Comments
Sebagai warga Mojokerto, tentunya kita perlu waspada terhadap bencana yang diakibatkan oleh alam yang mungkin menimpa tempat tinggal kita. Kerusakan dan kerugian serta kehilangan yang ditimbulkan oleh bencana alam sungguh tidak terbayangkan.
Beberapa jenis bencana alam yang pernah terjadi dan mungkin akan terjadi di Mojokerto adalah : banjir, tanah longsor, angin puting beliung, gempa, dan kebakaran karena petir.
Apakah ada bencana alam lain yang tidak mungkin terjadi di Mojokerto ? Ada, yakni Tsunami, Lahar, “Wedus Gembel”. Jenis bencana tersebut dapat dikatakan tidak mungkin terjadi karena keterdapatan sumber bencana tersebut tidak ada di Mojokerto. Iya dong, kan tempat tinggal kita relatif jauh dari laut, sehingga tsunami terlalu jauh untuk sampai ke Mojokerto. Juga tempat tinggal kita relatif jauh dari gunung berapi aktif, sehingga bencana yang ditimbulkannyapun tidak sampai ke Mojokerto. (more…)
Next Page »