July 2008


Jombang - Tidak Mau Berharap, Timba Laku Hidup Berkesenian Cak Durasim

Kesenian kuda lumping atau yang akrab dikenal jaranan merupakan kesenian tradisi berasal dari tlatah Jombang. Namun, kini kondisinya terseok-seok. Salah satunya adalah yang dialami grup Kuda Lumping Turangga Pudak Arum di Desa Pandanwangi Kecamatan Diwek Jombang

Pada saat kelompok kesenian tradisi menerima banyak order pada bulan Agustus, ternyata tidak demikian yang terjadi pada kelompok Kesenian Kuda Lumping Turangga Pudak Arum. ”Di zaman serba hiburan begini, siapa yang mau nanggap jaranan?” ungkap Cak Kadarusman, ketua kelompok ini. (more…)

Usia 78 Tahun Masih Ikuti Tanggapan Keliling Naik Truk

Tidak ada pendidikan khusus untuk menjadi pemain ludruk. Semangat serta keinginan yang kuatlah yang membuat Karsudin, 78 tahun, yang lebih akrab dengan nama panggung Mbok Karsinah itu, sampai sekarang masih menerima job tanggapan keliling. Istimewanya, dia merupakan pemain yang multi talenta. (more…)

Jombang - Kembangkan Motiv Khusus Sebagai Ciri Khas Jombang

Batik merupakan salah satu hasil budaya khas Bangsa Indonesia. Ketrampilan dan keahlian khusus membatik ini memerlukan kreativitas dan keuletan tersendiri. Sehingga apresiasi batik tulis mempunyai nilai seni tinggi dengan nilai jual yang cukup tinggi.

Mniati, pensiunan guru yang menjadi pengusaha batik lokal di Desa Jatipelem ini mengaku terinspirasi seragam sekolah tempo dulu, yaitu sekolah rakyat (SR) yang menggunakan sarung dan kebaya batik. Pada tahun 1944 silam, kerajinan membatik ini banyak dilakukan kaum ibu dan remaja putri Desa Candimulyo, Kecamatan/Kabupaten Jombang. (more…)

Dipasarkan ke Bali dan Prancis, Raup Penghasilan Rp 5 Juta Per Bulan

Sebagai salah satu daerah yang memiliki keterkaitan historis dengan Kerajaan Mojopahit, kawasan Trowulan memang memiliki potensi tersendiri. Tidak hanya potensi di bidang wisata, Trowulan juga memiliki potensi di bidang kerajinan tangan. Salah satunya kerajinan pembuat patung. Patung-patung hasil kerajinan perajin Trowulan itu terdengar hingga mancanegara. (more…)

Nature is not for sale
Hutan, Danau, Pepohonan, Udara TIDAK UNTUK DIJUAL !!

Pesan dari Bali Outbound Community - Untuk disebarluaskan.

melupecel1.jpgHari minggu pagi, kota Mojokerto mulai bergeliat. Alun-alun adalah sasaran bagi warganya untuk bersenda gurau, ber olah raga, nongkrong, maupun berwisata kuliner. Lokasi di jantung kota ini memang ramai saban hari nya, terutama di malam hari, karena pemerintah kota memperbolehkan para pedagang untuk menjajakan barang dagangannya. Meski terkesan semrawut, tetapi menjadi tempat yang asik untuk jalan-jalan. Pada hari minggu pagi pun, lokasi alun-alun ini selalu ramai. (more…)

Tahu CampurAnda ingin merasakan menu lain dari pada yang lain ?. Ketika jalan-jalan di kota Mojokerto, dan merasa lapar ingin mencicipi menu yang tidak biasanya, Anda bisa melahap tahu campur Pak Jan yang berjualan di Jl. PB Sudirman, Kota Mojokerto (dekat dengan Klenteng / Joko Sambang).

Pak Jan ini sudah berjualan tahu campur selama kurang lebih 13 tahun, dan cukup terlatih untuk membuat racikan bumbu tahu campur yang nikmat dan lezat. Tahu campur sajian dari Pak Jan terdiri dari mie kuning, lobak, ketela goreng, lontong, kulit sapi (cecek) dan kuah serta bumbu petis. Bila ingin ditambahi kecap, Pak Jan pun rela hehehe. (more…)

Layani Konsultasi Menjahit Gratis, Jaring Pelanggan sampai Bupati

Kesempatan mengais rezeki menjelang masuk sekolah, tidak saja milik penjual kain, sepatu dan buku. Para penjahit permak jeans pun turut kecipratan. Bahkan, mereka tidak segan memberikan konsultasi gratis.

Masuk kawasan Pasar Tanjung Anyar, Kota Mojokerto, yang terbesit tentu kebutuhan rumah tangga. Seperti bahan pokok, dapur, sayuran, berbagai macam ikan, hingga buah-buahan. Namun, siapa sangka di dalam pasar itu terdapat los (stan) yang disediakan bagi penjual jasa permak jeans. (more…)

Ada yang Seharga Rp 25 Juta, Pernah Nekat ke Malaysia Berburu Satu Keris

Banyak cara untuk menyalurkan hobi. Terutama hobi tersebut bersentuhan langsung dengan profesi yang digelutinya. Seperti yang dilakukan oleh Gus Im. Demi memuaskan hobi sebagai kolektor benda pusaka, dia rela merogoh kocek hingga jutaan rupiah. Bahkan mancanegara pernah dijangkaunya untuk mendapatkan satu keris.

Suasana agak ”mistis” sangat terasa ketika memasuki gerbang padepokan milik Imam Nabilah, 40, nama asli Gus Im. Di depan padepokan, terdapat relief bergambar wali songo berkumpul di bagian kanan pintu gerbang. Bagian kiri gerbang terdapat relief tulisan ayat-ayat Alquran. (more…)

Sudah Rasakan Honor Pentas Tiga Kali, tapi Kesengsem Jadi Penari

Layaknya para dalang profesional, Ki Wisnu, bocah yang masih berusia 11 tahun itu sudah berhasil membuat para penonton terhibur. Meski dua tangannya berukuran kecil, namun dia terlihat lekoh (lincah) memainkan tokoh pewayangan.

Suaranya seakan menghipnotis siapapun yang mendengar, saat dia tampil menjadi dalang kecil. Hal itu terlihat, ketika anak pasangan Setu, 45 dan Sumiani, 40 warga Dusun Losari Desa Sidoharjo Kecamatan Gedeg Mojokerto itu tampil di Dinas Pendidikan Kabupaten Mojokerto. (more…)