May 2008


Iseng-iseng browsing ke youtube.com dan memasukkan kata Mojokerto dalam pencarian. Ketemu dengan video ludruk Karya Budaya dengan judul Supali Dadi Kyai. Video ini milik dari pengguna bernama arek40street dimana dia membagi cerita ludruk ini dalam 7 potongan video. Dibawah ini adalah videonya:

“Kembang gedang dipangan wedus arek klambi abang budal gak adusss……. hahahahaha”.
Luar biasa. Thanks kepada arek40street yang telah ikut merekam karya ludruk asli Mojokerto ini.

Belajar Instan, Peralatan Masih Swadaya Siswa
Masih berbalut pakaian jin biru dan atasan putih, para anggota Spenza Primavista Orchestra mampu memadukan komposisi nada dengan apik. Gemanya mengalun tertiup angin di sela-sela penampilan kali kedua mereka pada acara peresmian Tugu UKS di Jl Surodinawan, Kota Mojokerto kemarin. (more…)

Awalnya Coba-Coba, Sekarang Rutin Kirim ke Bali
Batok kelapa yang biasanya dibuang setelah isi kelapa diambil ternyata bisa dimanfaatkan sebagai bahan bakar alternatif. Tak hanya itu, hasil pembakaran kulit pohon nyiur ini juga menghasilkan karbon untuk penjernih air. (more…)

Dihadiri Penyair, Perupa, Pelawak hingga Penulis
Gendingan gamelan ludruk mengalun. Malam terasa menyelimuti hasrat, seiring gerimis bertempias, meskipun tak jadi hujan. Ah, jangan dikira dupa ajaib si pawang air langit tak bisa menahan tumpah hujan. Dan, seakan tiada peduli, para pengunjung pun kian tumplek-blek. (more…)

Warung bubur Sruntul di Kelurahan Wates, Kota Mojokerto, dekat bantaran Sungai Brantas, bagi warga Kota Mojokerto mungkin sudah tidak asing lagi. Karena warung bubur sruntul milik ibu Saudah ini ada sejak tahun 1989, dan sampai sekarang masih eksis. Di warung Ibu Saudah itu memang khusus menyediakan bubur sruntul. Dengan dibantu anak semata wayangnya Aliman, beserta para kerabatnya. “Kita tidak pernah memiliki pembantu dalam mengelola warung ini. Semuanya kita tangani sendiri dibantu kerabat dekat,” ungkap Saudah. (more…)